DPRD dan Pemrov Jabar Sidak ke Pasar Tradisional

41

BISNIS BANDUNG- Komisi II  DPRD Jabar yang membidangi perekonomian diminta terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok masyarakat, khususnya di pasar tradisional selama Ramadan, dan mendekati Idul Fitri 1349 Hijriah/2018.

“Saya minta agar Komisi II agar terus memantau harga-harga kebutuhan pokok masyarakat selama ramadhan dan menjelang Idul Fitri nanti,” kata Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Cileunyi bersama Komisi II, pekan ini.

Selain  sidak ke pasar-pasar tradisional, Ineu menyatakan  pihaknya pun terus melakukan koordinasi dengan tim inflasi daerah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan Pemprov Jabar  dalam hal ini tim inflasi daerah agar stabilitas bahan kebutuhan pokok ini terus terjaga,” jelasnya seraya  berharap pada Ramadan tahun ini harga kebutuhan pokok tidak melonjak.

“Semoga harga kebutuhan pokok tersebut tidak terus mengalami kenaikan, dan tidak ada oknum yang melakukan penimbunan barang pokok jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, sidak yang didampingi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat  memantau  harga-harga kebutuhan pokok relatif stabil, meskipun harga daging dan telur  naik  harga karena kebutuhan masyarakat terhadap dua kebutuhan tersebut memang meningkat.

“Berdasarkan pantauan kami memang harga-harga relatif stabil. Kalaupun ada peningkatan misalnya beras, itu masih wajar karena ini hari pertama puasa,” kata Ketua Komisi II DPRD Jabar, Didi Sukardi.

Ia  berharap harga-harga bertahan stabil sampai lebaran nanti, meskipun diakuinya ini tergantung permintaan dan penawaran. “Harga pasti naik kalau permintaan meningkat” kata Didi.

Berdasarkan pemantauan, harga kebutuhan meningkat bukan karena barangnya tidak ada namun karena meningkatnya permintaan. Dan yang perlu dikhawatirkan adalah apabila kenaikan barang disebabkan ketiadaan barang di pasar.

Oleh karenanya menurut Didi pemantauan perlu untuk melihat apakah nantinya perlu dilakukan intervensi atau tidak. “Untuk itu kami berkoordinasi dengan dinas terkait serta Bulog bilamana nantinya diperlukan intervensi pasar,” katanya.(B-002)***