Seorang Pemuda Nekad Rampok Minimarket

59

Tindakan yang dilakukan seorang pemuda di Padalarang, Selasa sore, tidaklah patut untuk ditiru.

Dengan alasan terdesak kebutuhan untuk lebaran, pelaku nekad menggasak uang belasan juta rupiah, dengan menodongkan golok ke karyawan minimarket. Tapi, aksi pelaku digagalkan korban sekaligus karyawan minimarket.

Rudi Sanjaya, seorang pemuda pengangguran berusia 26 tahun, digiring ke ruang penyidik Satreskrim polsek Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Belum menikmati hasil uang kejahatan, pria warga Cililin ini harus terlebih dulu berususan dengan polisi.

Pelaku diciduk lantaran nekad menyatroni sebuah minimarket di jalan raya Padalarang, sekitar pukul 8 pagi. Dengan berbekal sebilah golok, pelaku berpura-pura menjadi pembeli. Memanfaatkan kelengahan kasir dan situasi sepi, pelaku masuk ruangan lain di lantai dua.

Seorang karyawan, egi mardian, sempat tak curiga ada pria tak dikenal masuk ke ruangan lantai dua, karena dikira karyawan toko sebelah yang mau ke toilet.

Namun, korban justru ditodong dan diancam golok. Pelaku memaksa korban menyerahkan uang 13 juta rupiah dari dalam brangkas.

Tanpa perlawanan karena takut, korban menyerahkan uang ke dalam tasĀ  milik pelaku. Pelaku kemudian kabur dan menuju sepeda motor yang diparkir di halaman minimarket.

Pelaku dilumpuhkan korban yang lari ke halaman parkir minimarket. Korban memukuli pelaku sehingga mengundang warga lain menangkapnya. Saat bersamaan, kendaraan patroli polsek padalarang melintas, sehingga pelaku diciduk.

Kepada penyidik, pelaku mengaku nekad merampok karena terdesak kebutuhan lebaran. Tapi, polisi tak mempercayai begitu saja, karena menduga pelaku sudah mengenali situasi di lokasi kejadian.

Untuk kepentingan penyelidikan, polisi menyita barang bukti termasuk uang hasil kejahatan senilai 13 juta rupiah dan sebilah golok.

Saat kejadian, rekaman cctv di minimarket tidak berfungsi. Pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan dierat pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan, dan terancam hukuman minimal 5 tahun penjara.

Algi Muhammad Gifari, Bandung TV.