Mengenal Engine Brake Skutermatik

99

Pengguna sepeda motor matik di Indonesia semakin meningkat. Bahkan pada tahun 2017 lalu diperkirakan 82 %n dari sepeda motor yang dijual di Indonesia adalah model skuter matik (skutik).

Skutik memang menjanjikan kemudahan berkendara. Dibanding motor bebek ataupun motor sport yang perlu gonta-ganti gigi, skutik dapat melaju di jalanan dengan hanya bermodal tuas gas dan pedal rem.

Salah satu kemudahan yang ditawarkan motor matik memang pengereman yang hanya diletakan di kanan dan kiri gagang kemudi dan dihilangkannya tuas kopling untuk mengganti gigi.

Kemudahan ini di sisi lain membuat fungis engine brake yang dapat membantu pengereman kendaraan menjadi lebih tidak optimal.

Hal ini kemudian berimbas pada pada cara pengereman skutik dengan motor manual yang menjadi sedikit berbeda.

“Di skutik itu enggak ada engine brake yang optimal seperti motor manual. Jadi kalau rem darurat usahakan throttle (tuas gas) jangan ditutup maksimal,” terang Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu.

Menurut Jusri jika tuas gas tidak ditahan sedikit saat melakukan pengereman, maka kondisi skutik akan seperti motor manual yang ditarik penuh pedal koplingnya, alias hanya mengandalkan rem tangan dan kaki saja.

“Ketika rpm-nya di bawah 2 ribu, itu langsung seperti motor (manual) ditarik tuas koplingnya, nyelonong gitu. Jadi usahakan gas itu jangan ditutup penuh,” terang Jusri.

Jusri menyebut pentingnya engine brake . Menurutnya, meski pengaruhnya tidak sebesar rem tangan dan kaki, namun engine brake dapat membantu mengurangi beban kerja pada rem tangan dan kaki.

“Karena rem tangan dan kaki tidak akan maksimal kalau tidak dibantu dengan engine brake,” tambah Jusri. (E-002)***