Disperindag Diminta Lakukan Operasi Pasar

36

BISNIS BANDUNG- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat diminta  segera melakukan operasi pasar lantaran sejumlah kebutuhan pokok bergerak  naik, terutama harga ayam potong, telur dan bahan pokok lainnya.

”Memang kenaikan harga bahan pokok salah satunya telur dan ayam dan minyak goreng mulai naik. Itu akibat permintaan yang melonjak tetapi ketersedian barangnya tidak banyak,” tutur Ketua DPRD Jawa Barat,  Ineu Purwadewi Sundari kepada  wartawan, pekan ini.

Operasi pasar penting dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang  di bulan Ramadan saat ini dan menjelang  Idul Fitri, sehingga harganya terjangkau dan diharapkan mampu menurunkan harga.

”Selain operasi pasar. Kita pun imbau ke pedagang agar tetap bisa mempertahankan harga normal, jangan menaikan harga seenaknya padahal stoknya masih ada. Sebab dampaknya masyarakat   menjadi susah,” jelasnya.

Apabila ditemukan  pedagang besar yang sengaja menimbun barang,  maka kata dia, Satgas Pangan akan menindak tegas, dan DPRD Jabar pun tentu akan mendukung tindakan tegas Satgas Pangan atau aparat untuk memberikan hukuman bagi penimbun barang.

Wakil Ketua DPRD Jabar, Abdul Haris Bobihue meminta  Pemprov Jabar mengintervensi OPD terkait salah satunya Dinas Perindustrian dan Perdagangan minimal untuk segera melakukan operasi pasar.

”Kita perlu intervensi, minimal operasi pasar agar bisa menurunkan harga bahan pokok di pasar yang saat ini cenderung naik terus,” tuturnya.

Menurut dia, operasi pasar penting segera dilakukan,  sebab  naiknya harga bahan pokok saat ini diperparah dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang makin  melemah. Ini tentunya  sangat mempengaruhi nilai uang dan barang.

”Ini sebenarnya fenomena nasional, dan kita hanya bisa terus mendesak Pemprov Jabar untuk bisa menurunkan harga bahan pokok di daerah. Meskipun dolar  secara nasional  terus naik yang  mempengaruhi perekonomian  kita,” jelasnya.

Dia berharap Bulog bisa ikut berpartisipasi dalam menurunkan harga di pasar, atau bisa berfungsi melindungi konsumen dan produsen sekaligus.

”Seperti saat harga naik, Bulog bisa bantu. Hal yang sama terjadi saat harga turun, Bulog bisa membantu para produsen agar tidak merugi,” terangnya.

Jangan sampai peran Bulog menjadi lembaga yang mencari keuntungan di tengah-tengah masyarakat kesusahan karena harga bahan pokok mulai merangkak naik. Selain itu, peran Bulog harus bisa menekan impor  beras, padahal  kondisi Jabar surplus beras.(B-002)***