Miras Ilegal Takkan Habis?

61

BENARKAH peredaran minuman  keras tidak akan pernah habis? Jawabannya  antara  ya  dan tidak.

Akan tetapi lebih cenderung sulit diberantas, disebabkan  konsumennya tidak pernah  sadar untuk menghentikan minum minuman keras.

  Upaya  penyitaan dan pemusnahan miras secara demonstratif  yang dilakukan  oleh pemerintah kita hormati,  tapi tidak cukup efektif!

Masih terngiang  di telinga  kita, saat korban berjatuhan di beberapa  wilayah Indonesia akibat  miras ilegal, khususnya yang terjadi di Kecamatan  Cicalengka Kab.Bandung yang menewaskan puluhan orang. Peristiwa yang mengenaskan itu menjadi buah bibir sekaligus mengundang  media  mainstream  dan medsos  menyoroti dari berbagai sisi liputannya.

Namun  pemberitaannya pun kini diam, karena tidak  diwartakan  lagi  banyak  korban  yang tewas akibat menenggak miras. Saya  berharap  aparat tidak ikut-ikut diam untuk melakukan razia peredaran miras, sebab  mungkin  saja mereka  leluasa lagi  melakukan  transaksi miras di tempat-tempat tertentu.

Sangat disayangkan  dan berbahaya jika main “kucing-kucingan ” diselesaikan dengan  jalan damai antar oknum  petugas dengan penjual miras ilegal.  Mudah-mudahan  itu dugaan saja, karena  jika masih ada permainan  yang kotor  demi  uang,  maka korban miras akan kembali muncul.

Perlu disadari, walau pemusnahan miras terus dilakukan,  jika mental pemabuknya tidak insyaf,  akan tetap ada yang berjualan miras ilegal.  Di sini pentingnya kepekaan dan kewaspadaan dari seluruh elemen masyarakat, ketika ada perilaku-perilaku mencurigakan di lingkungan sekitarnya.

Sisi  lain yang belum mendukung  pemberantasan  minuman keras ilegal  adalah aturan hukum yang diberlakukan dalam Perda sifatnya Tindak Pidana Ringan (Tipiring).  Banyak pihak menilai  ketentuannya terlalu ringan.  Perda itu memang hukumannya tipiring, kalau hukumannya berat  harusnya diberlakukan  undang-undang.

Tidak kalah pentingnya  mesti  ada perubahan pola dakwah. Tolong  dakwah  jangan cuma di masjid,  perhatikan  warga masyarakat— terutama  remajanya  yang di luar masjid— tidak dibiarkan berperilaku buruk.

Perlu komitmen  kuat  serta kompak untuk memusnahkan miras.  Selama masih ada yang mengkonsumsi miras, penjual akan tetap  melayaninya. Ini  tugas mulia semua,  jika  komitmen bersama yang diutamakan.

Dudung Abdurachman, Katapang  Bandung