Rekonsiliasi Budaya Ditandai Peresmian Ruas Jalan

76

BISNIS BANDUNG- Ketua Komisi I DPRD Jabar, H. Syahrir, SE mengapresiasi rekonsiliasi budaya Sunda-Jawa yang  dilakukan tiga provinsi,  diwujudkan dengan peresmian tiga ruas jalan baru yaitu Jalan Majapahit, Jalan Prabu Hayam Wuruk dan Jalan Citaresmi.

“Peresmian tiga ruas jalan tersebut –Jalan Majapahit, Jalan Prabu Hayam Wuruk dan Jalan Citaresmi sebagai wujud penghormatan pada tokoh sejarah Indonesia.

Majapahit dan Hayam Wuruk merupakan kerajaan bersejarah bangsa kita mempersatukan Kebhinekaan dan NKRI,” kata Syahrir disela peresmian tiga nama jalan yang dilakukan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan,

Gubernur Jatim Soekarwo dan Wagub DI Yogyakarta Paku Alam X di sela-sela kegiatan Harmoni Budaya Jawa-Sunda di halaman Gedung Sate, baru-baru ini.

Sedangkan Citra Rashmi jelas Syahrir, tercatat dalam sejarah sebagai Dyah Pitaloka, putri Sang Prabu Linggabuana dari Tatar Sunda yang akan dipersunting oleh Hayam Wuruk.

“Citra Rashmi, putri dari Tlatah Pasundan, buah hati dari sang Prabu Linggabuana yang lebih dikenal dengan nama Dyah Pitaloka,” ujar Syahrir  didampingi Ketua Banleg DPRD Jabar Yunandar Eka Perwira .

DPRD Jabar mengapresiasi rekonsiliasi budaya Sunda-Jawa terus dilakukan tiga provinsi. Salah satunya dengan cara mengubah nama jalan di ibu kota provinsi.

Di Kota Bandung, setelah sebelumnya Yogyakarta lebih dulu memberi nama Jalan Pajajaran dan Jalan Prabu Siliwangi di ruas jalan jantung Kota Yogyakarta. Lalu disusul Jatim dengan menamakan Jalan Prabu Siliwangi dan Jalan Sunda di Kota Surabaya, kemudian ada tiga ruas jalan provinsi di kota Bandung resmi diberi nama Jalan Majapahit, Jalan Prabu Hayam Wuruk dan Jalan Citaresmi.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan  mengatakan pemilihan nama dan lokasi jalan tersebut merupakan hasil musyawarah dari pemerintah, budayawan dan akademisi. Termasuk juga mempertimbangkan persetujuan dari masyarakat.

Gubernur Jatim Soekarwo mengapresiasi penamaan Jalan Majapahit, Jalan Prabu Hayam Wuruk, dan Citraresmi di Jabar khususnya di Kota Bandung. Ini sebagai langkah positif dari kelanjutan rekonsiliasi budaya Jawa – Sunda.

“Ini sangat bagus. Sebenarnya di mana saja itu jalan, itu simbolik karena jalan itu setiap hari dilihat orang, tempat transportasi barang dan jasa, tempat berkumpulnya orang. Tapi jalan juga ada cerita tentang sejarah,” kata Soekarwo.

Menurutnya harmonisasi budaya ini sangat penting untuk menyelesaikan konflik Jawa – Sunda pada masa lampau. Ia berharap sekat budaya yang terjadi antara Jawa-Sunda bisa mencair di tengah-tengah masyarakat. “Budaya itu sebagai solusi terhadap berbagai konflik. Jadi semua dengan pendekatan budaya itu tidak ada luka kemudian, tidak ada salah benar,” ungkap Pakde Karwo.

Peresmian tiga nama jalan itu dilakukan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Gubernur Jatim Soekarwo dan Wagub DI Yogyakarta Paku Alam X di sela-sela kegiatan Harmoni Budaya Jawa-Sunda di halaman Gedung Sate. (B-002)***