Pagelaran Napak Jagat Pasundan 2018, Upaya Melestarikan Budaya

20

Indonesia merupakan negeri kepulauan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dengan keanekaragaman suku dan Bahasa.

 Karenanya Indonesia merupakan negara yang kaya kebudayaan, namun ironisnya kebudayaan asli Indonesia dari setiap daerah semakin ditinggalkan di era modern.

Tapi beda halnya dengan kegiatan Napak Jagat Pasundan yang disupport penuh Coklat  yang konsisten sejak 2013, kala itu mengusung tema Ngider Dayeuh Mapai Lembur yang bertujuan untuk memperkenalkan kembali kesenian khas tatar Pasundan kepada  anak muda dan masyarakat.

Sementara itu, untuk kegiatan NJP tahun ini dengan tema baru yaitu Keur Balarea yang bermakna lebih mengedepankan konsep edukasi pada masyarakat terkait dengan tatacara pengembangan dan berbagi ilmu serta pelaksanaan suatu kegiatan pagelaran seni yang dapat menarik antusiasme masyarakat yang dikemas dengan kekiniannya dalam mengembangkan budaya lokal di tatar pasundan.

Pada tahun 2018 ini, kegiatan Napak Jagat Pasudan  akan di gelar kurang lebih di  11 kota/kabupaten di Jawa Barat. Kota pertama debut kegiatan akan berlangsung di Lapangan Jagaraksa Kecamatan Warung Kondang Kabupaten Cianjur, Sabtu 14 April 2018.

Sajian musik kontemporer yang menggabungkan unsur etnik dan modern ini di buka dengan beberapa penampilan, mulai dari penyambutan  dari pemerintahan setempat dengan helaran budaya kesenian rengkong Kabupaten Cianjur.

Dilanjut dengan penampilan kecapi jenaka, sulap & dongeng atau sudong dan bermain kohkol bersama masyarakat sekitar yang dipandu oleh duta NJP yaitu Ega Robot  ditemani oleh juara penari jaipong cilik dari ajang IMB Sandrina.

Sementara itu  Tries Pondang Simbolon selaku perwakilan CoklatKita Regional Bandung Kota mengatakan, bahwa inti tema tahun ini membuka mata warga Jawa Barat bahwa seni budaya untuk semua kalangan

. Sehingga, adanya kepedulian terhadap kekayaan daerah dan memberikan gambaran budaya mampu dikolaborasikan dengan tarian modern.

Selain itu juga, alasan kuat kami mengajak Sandrina dan Dany Java Jive karena mereka mampu membawa suasana semakin hidup, dan pada tahun ini ada 11 kota/kabupaten yang akan kami ‎datangi, tapi ada 1 daerah lagi sebagai big bang NJP totalnya 12 daerah,” imbuhnya.

Masih ditempat yang sama, Asep Mulyana Perwakilan Coklat Kita Distrik Cianjur menuturkan, sebelum event berlangsung, pihaknya telah melaksanakan pra NJP  di di wilayah Cilaku bersamaan dengan Milangkala Cilaku.

Menurutnya, NJP 2018 mendapat respon luar biasa dari pemerintah daerah khususnya dari pemerintahan Kecamatan Warung Kondang.

Momen ini jadi ajang pertunjukan kesenian khas Warung Kondang, seperti tarian rengkong dan gamelan. Asep berharap, dengan adanya acara ini sesuai dengan temanya,  semoga generasi muda bisa lebih termotivasi untuk melestarikan kebudayaan.

Pada pelaksanaan acara pada  malam meski sempat diguyur hujan, tapi tidak menyurutkan antusias masyarakat  untuk tetap  mengikuti rangkaian acara  Napak Jagat Pasundan ini. Beberapa penghargaan dan investment dari penyelenggara diberikan kepada pemerintahan setempat.

Setelah itu berlanjut dengan  penampilan Pencak Silat Pasir Intan Garut, bodoran Calung, Papuri Ethno Progressive & Papuri Dancer,  perform Sandrina IMB, dilanjut dengan penampilan nuki “darso” dan Dany JavaJive, puncaknya   ditutup dengan perform all artis.

Dalam kesempatan tersebut, Sandrina yang merupakan jebolan  ajang pencarian bakat Indonesia Mencari Bakat, berkomentar.

 ” Aku baru pertama kali gabung disini, tadi saya ngajarin senam jaipong sama warga yang ada di Cianjur, seneng banget. Mereka sangat antusias luar biasa, mereka masih peduli dengan seni dan kebudayaan yang ada di Indonesia. Seneng banget, warganya ramah-ramah,” ucap Sandrina. (E-009) ***