Bulan Ramadan Jadi Momentum Lembaga Jakat dalam Meraih Ziswaf

68

BISNIS BANDUNG — Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa Filantropi,  Bambang Suherman mengatakan, selama Ramadan pihaknya mengembangkan tiga kegiatan utama dalam rangka meningkatkan perolehan Zakat Infaq, Sadaqah Wakaf Amal dan Fidyah (Ziswaf) memperkuat marketing komunikasi dalam bentuk campaign melalui seluruh kanal baik digital maupun kanal-kanal analog. 

“Dompet Dhuafa mengajak semua pihak terlibat dalam bentuk event atau canvasing, terutama yang memiliki basis-basis popularitas kuat di masyarakat,  baik dunia digital maupun analog,” ujar Bambang.

Hal ini dilakukan untuk memperluas sebaran informasi tentang ZISWAF dengan konsep yang di tawarkan Dompet Dhuafa kepada masyarakat.

Dompet Dhuafa juga membuka, memperluas dan pengembangkan layanan dalam ruang transaksi dengan memperbanyak akses bagi  masyarakat untuk bertransaksi ZISWAF ke Dompet Dhuafa baik analog dalam bentuk transaksi manual cash maupun yang bersifat digital dan transfer.

Dikemukakan Bambang , tren penghimpunan Ramadan di Dompet Dhuafa dari tahun ketahun relatif naik dan  juga terjadi pada lembaga-lembaga zakat yang lain. Hal Ini juga menjadi ukuran tentang kesadaran masyarakat tentang amal ZISWAF. Terkait kanal terbesar selama beberapa tahun,  Dompet Dhuafa merupakan kanal zakat masih yang utama.

Capaian penghimpunan di Dompet Dhufa pada Ramadan 2016 dan 2017 f terjadi peningkatan. Di 2016 capaian penghimpunan nasional tumbuh 11 % dari tahun sebelumnya dan tahun 2017 capain penghimpunan nasional Ramadan tumbuh 16 % dari tahun sebelumnya.

“Kita berharap pada tahun 2018 ini capaian persentase penghimpunannya bisa  lebih besar dari  tahun sebelumnya. Target tahun ini, Dompet  Dhuafa dapat menghimpun zakat sekitar 42 % dengan nominal Rp 99 Miliyar , khusus penghimpunan pada bulan Ramadan,”ungkap Bambang.

Faktor-faktor yang menyebabkan meningkatnya pendapatan  ZISWAF pad bulan Ramadan , menurut Bambang ,ada beberapa macam, mulai dari faktor ekternal, yakni naiknya pendapatan ekonomi masyarakat dan tumbuhnya wajib zakat di Indonesia.

Faktor internal sangat bergantung dari expose sure lembaga dalam hal ini Dompet Dhuafa yang memenuhi harapan publik.

Jika kita identifikasi harapan  publik itu beberapa di antaranya ; Aspek transparansi. Apakah lembaga seperti Dompet Dhuafa ini teruji cukup transparan dalam menyajikan informasi-informasi tentang pengelolaan keuangan.

Kemudian kebutuhan masyarakat berupa portofolio ;Program yang dilakukan Dompet Dhuafa dari dana penghimpunan yang dimiliki apakah  memiliki impact yang besar terhadap masyarakat dan bersifat sustainalble/jangka panjang sehingga menyebabkan terjadinya perubahan kemiskinan di masyarakat atau tidak.

Kalau kita bisa membuktikan efek perubahannya adalah mendasar dan jangka panjang , ini akan membuat cukup banyak meningkatan kepercayaan publik pada lembaga.

Pelibatan dari banyak influencer dan ambasador/tokoh masyarakat dari terminologi Dompet Dhuafa sebagai super volunteer ke aktivitas-aktivitas Dopet Dhuafa karena mereka sebagai faktor pemicu atau katalis bagi publik yang cepat meningkatkan kepercayaan kepada lembaga.

Kemudahan transaksi. Semakin mudah menyajikan layanan transaksi, maka akan mempercepat proses orang bertransaksi yang  berdampak pada tumbuhnya transaksi.

Dikemukakan Bambang , bulan Ramadan merupakan momen kompetisi yang tidak bisa di hindari. Sebab,  setiap lembaga pasti memunculkan keunggulan-keunggulannya.

Hal ini yang membuat aspek kompetisi tidak bisa dihindari, baik dari bentuk tampilan campaign, media yang digunakan, pelibatan influencer/tokoh masyarakat/ambador dan kemudahan transaksi layanan transaksi. “Hal ini yang menyebabkan persepsi tentang kompetisi tidak bisa dihindari,” kata Bambang.

Dompet Dhuafa memiliki mekanisme manajemen yang mengadopsi format GCG yang di tetapkan oleh pemerintah. Jadi untuk penghimpunan, Dompet Dhuafa memiliki kanal yang memisahkan penghimpunan antara zakat, infak dan wakaf. Sehingga ketika uang masuk sudah masuk ke kanalnya masing-masing.

Kemudian pengeloalaan semua dana masyarakat ini diatur oleh aturan main yang ditetapkan negara dalam hal ini Undang Undang nomor 23 tahun 2011 dan PSAK 109, dan Dompet Dhuafa taat terhadap peraturan ini

. Diaspek penyaluaran  Dompet Dhuafa mensosialisasikan program menyalurannya berbasis “Asnaf yang mematok aspek akurasi yang kuat yang tidak memungkinkan terjadinya model penyaluran yang salah.

Bahkan diaspek ini Dompet Dhuafa memiliki komite program, yaitu satu komite yang diisi oleh direksi dan pic pengelola program untuk melakukan persetujuan terhadap penyaluran. Disamping itu sebelumnya sudah dibuatkan RKAT tahunan.

RKAT , dibuat dalam mekanisme pengambilan keputusan besar di Dompet Dhuafa. Sehingga tidak ada peyaluran yang bersifat tidak terkontrol. Bahkan dalam ruang yang bersifat respon seperti bencana maupun konfil proses komite tetap berjalan.  (E-018)****