Waspadai, Aksi Ambil Untung di Bursa Saham

65
Seorang jurnalis mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/7). Menjelang pengumuman pemenang pilpres oleh KPU, IHSG tercatat terkoreksi tajam 43,6 poin atau 0,85 ke level 5.083,52. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz/14

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak dipengaruhi oleh aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar pada awal pekan ini.

Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra mengatakan aksi profit taking kemungkinan besar terjadi setelah IHSG menguat dalam tiga hari perdagangan terakhir.

“Saya pikir akan profit taking Jumat (26/5), tapi ternyata Jumat IHSG masih kuat,” ungkap Aditya kepada wartawan, Senin (28/5).

Pada akhir pekan lalu, IHSG memang bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,49 persen atau 29,2 poin ke level 5.975. Artinya, IHSG semakin mendekati level 6.000.

Kendati potensi profit taking terlihat jelas, tetapi pergerakan IHSG masih akan ditopang oleh aksi beli pelaku pasar asing.

“Aksi beli asing masih tinggi. Jadi, mungkin IHSG masih bisa di area positif,” imbuh Aditya.

Ia memproyeksi IHSG bisa menembus level 6.010 pada awal pekan ini dan tidak lagi bergerak di bawah level 5.900.

Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan juga menilai pergerakan IHSG akan diwarnai aksi ambil untung pelaku pasar. Pasalnya, beberapa waktu terakhir IHSG jarang menguat selama tiga hari berturut-turut.

“Sentimen untuk Senin hanya profit taking,” kata Alfred.

Namun, untuk satu pekan ini ia melihat hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia turut menjadi fokus pelaku pasar. Sebab, BI umumnya hanya melakukan RDG satu kali dalam satu bulan.

“Mungkin juga karena Gubernur BI kan baru, pasca pelantikan saja,” terang dia.

Pada hari ini, ia memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.936 dan resistance 6.012.

Sementara, selama satu pekan ini IHSG berpeluang berada dalam rentang support 5.885 dan resistance 6.100. (c-003/bir)***