Bandung Timur Kawasan Edukasi

40

BISNIS BANDUNG- Pasca pembangunan Stadion Bandung Lautan Api dan  pencanangan Masjid Al Jabbar di wilayah Bandung Timur, Pemprov Jabar kini mencanangkan pembangunan jalan dan bundaran di wilayah tersebut.

Ini wujud komitmen Pemprov Jabar untuk pengembangan Bandung Timur sebagai kawasan edukasi, pariwisata, sekaligus pengendalian banjir dengan pembangunan Masjid Al Jabbar, kata Gubernur Ahmad Heryawan.

Rabu (101) ketika  mencanangkan kawasan Bandung Timur sebagai kawasan mandiri  dengan membangunan jalan bundaran penghubung pintu tol gedebage KM 149 Padaleunyi, akses menuju Masjid Raya Jawa Barat Al Jabbar, akses menuju Sarana Olah Raga Bandung Lautan Api, serta Jalan Gedebage Selatan.

Selanjutnya pembangunan jalan penghubung dari bundaran ke Jalan Gedebage Selatan, pembangunan jalan frontage pintu tol gedebage Km 149 Padaleunyi yang menghubungkan ke bundaran, pembangunan jalan ramp pintu tol gedebage Km 149 Padaleunyi yang menghubungkan ke jalan frontage pintu tol gedebage.

Selain itu, pembangunan sebagian ruas flyover Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR) sebagai kelanjutan dari jalan BIUTR yang sudah dibangun. “Itu semua dibangun untuk meningkatkan pergerakan orang dan barang serta sektor jasa sehingga masyarakat bisa semakin diuntungkan,” ujarnya.

Perlu diketahui PT Summarecon Agung, Tbk melalui unit usahanya, Summarecon Bandung (PT Mahkota Permata Perdana) menjalin kerja sama dengan Pemprov Jabar  untuk membangun infrastruktur di wilayah Bandung timur.

Kerja sama ini dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang dilakukan Summarecon Bandung di atas lahan seluas kurang lebih 48.912 m2 milik Pemprov Jabar. Infrastruktur tersebut berupa bangunan jalan, bandara dan flyover yang berhubungan Exit Tol Gedebage KM 149 Padaleunyi dengan jalan umum lainnya untuk kepentingan masyarakat.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher) menilai pembangunan infrastruktur ini sangat membantu dan bermanfaat bagi semua masyarakat. “Pembangunan yang kita belum tahu kelajutannya seperti apa ternyata dilanjutkan oleh Summarecon,”ujar Aher.

Sebelumnya pembangunan ini akan disegerakan dalam rangka persiapan menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON). Namun karena terkendala waktu yang sempit sehingga tidak terselesaikan tapi perkembangan pembangunannya ada dan sangat baik.

“Saya percaya pasti pembangunan akan dilanjutkann oleh pemerintah pusat tapi ada pihak swasta yang ingin melanjutkan kan lebih bagus lagi,”tegas Aher.

Dia menyebutkan kerjasama ini saling menguntungkan karena Pemprov jabar sudah menyediakan lahannya dan Summarecon membangun jalannya. Hal ini akan meringankan beban Pemerintah. Sehingga masyarakat akan memiliki akses yang baik di Gedebage dan pada saat yang sama pembangunan Summarecon akan terlaksana dengan baik juga.

“Jadi pembiayaan yang dikeluarkan Summarecon sekitar Rp100 miliar dengan panjang jalan sekitar Rp2,5 km,”ujar Aher.

Gubernur menyebutkan setelah jadi maka jalan tersebut akan dihibahkan kepada Permprov Jabar kemudian akan dilanjutkan dihibahkan ke pemerintah pusat.

“Ke depan setelah dihibahkan ke Provinsi Jabar akan dilanjutkan dihibahkan ke pemerintah pusat,”tutur Aher.

President Director Sumarecon, Adrianto menjelaskan seluruh pembangunan jalan itu merupakan bagian dari sisten besar konstelasi jaringan jalan tol Bandung Raya, dimana di dalamnya terdapat pembanngunan flyover tol yang merupakan bagian dari Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR).(B-002)***