Hidup Cerdas Dan Sehat Tanpa Plastik

79

DUA minggu setelah lebaran dan masih termasuk liburan anak sekolah, sampah di Bandung mengalami peningkatan. Hal tersebut bisa kita lihat dari banyaknya tumpukan sampah yang bukan pada tempatnya. Jenis sampah yang dihasilkan pun dominan sampah plastic, mulai dari kemasan makanan, minuman dan kemasan jajanan lain.

Sampah plastic saat ini sering ditemukan gunungannya mulai dari tempat wisata, taman-taman kota, alun-alun kota, tempat keramain lainnya, pasar tradisional dan pasar modern, belum lagi sering kita temukan tumpukan sampah rumah tangga yang bukan pada tempatnya, lalu sampah plastic dari sekolah, dari perkantoran, mall, tempat hiburan lain dan tempat sampah kecil yang berada di jalanan.

Diperkirakan total sampah dalam satu hari di Bandung Raya mencapai 3.950 ton dan terus bertambah dari setiap waktunya, data tersebut berdasarkan kutipan dari mongabay.com. dan ternyata dengan julukan Bandung Kota Kembang dan Bandung Smart City tidak menjadikan warganya cerdas menangani sampah. Rencana demi rencana yang dibahas pemerintah mulai dari teknologi insentor dan biodigester tak kunjung hadir. Hasilnya persoalan sampah masih menjadi tugas bagi kita semua sebagai warganya.

Masalah sampah sudah bukan masalah baru, terutama di Indonesia khususnya di Bandung. Walaupun pada awal tahun 2016, pemerintah gencar mensosialisasikan jika belanja menggunakan kantong plastic maka akan kena tarif tambahan. Tapi nyatanya hingga kini 2018, tarif yang dikenakan masih dibilang terjangkau dan rasanya kurang signifikan kita rasakan.

Negara tercinta kita termasuk negara penghasil sampah plastic yang berujung ke lautan. Selain akan mencemari lingkungan juga dampak panjangnya akan menutup seluruh lautan yang ada di Indonesia. Bahkan Indonesia sempat menduduki urutan kedua sebagai penghasil sampah plastic terbanyak ke laut.

Hal itu dapat terjadi karena kita konsumen selalu dimanjakan dengan keberadaan plastic ketika belanja. Tidak hanya di pasar tradisional, tapi dari pasar modern dan para pedagang lainnya. Rasanya akan bingung menjual berbagai hal tanpa adanya kantong plastic sebagai wadah.

Di beberapa negara salah satunya Belanda jumlah penggunaan plastik menurun hingga 71% sejak tahun 2016. Dikutip dari CNN Indonesia, 300 tempat usaha telah mengikuti dan menerapkan aturan tersebut. Bahkan pemerintahnya pun menegaskan bahwa 40% sampah berkurang sejak adanya larangan tersebut.

Beberapa cara dan langkah yang bisa kita lakukan mulai dari diri sendiri untuk menekan tingginya sampah plastic di lingkungan :

  1. Bawa kantong belanja

Kantong belanja yang digunakan bisa terbuat dari kain agar bisa dicuci dan kembali digunakan. selain itu juga cari bahan yang ringan dan mudah dilipat, agar saat kemanapun bisa kita selipkan.

  1. Bawa tempat makan dan minum

Saat mempunyai rencana akan berkuliner sembari jalan-jalan, usahakan untuk membawa seperangkat alat makan dan minum yang simple. Agar saat anda jajan dimanapun, makanan dan minumannya bisa langsung disimpan ditempat yang anda bawa. Selain lebih hygiene juga lebih sehat.

  1. Daur ulang kemasan

Kalau anda hobby membeli makanan yang sudah dikemas, jangan langsung dibuang apalagi dibuang sembarangan ke tempat saluran air. Anda bisa mengumpulkan beberapa kemasan plastic yang sama atau seukuran. Setelah itu anda bisa bersihkan, dan bisa dibuat kerajinan atau di daur ulang menjadi satu barang yang lebih bernilai.

  1. Gunakan popok bayi dan pembalut kain

Sampah plastic yang menumpuk lainnya adalah popok bayi dan pembalut. Walaupun jarang digunakan, namun karena banyaj yang menggunakan, sampahnya menjadi menggunung. Ada baiknya menggunakan popok kain dan pembalut kain, selain lebih hemat, kebersihan dan kesehatannya pun lebih terjamin.

  1. Ganti kemasan jajanan tradisional dengan kertas

Untuk para pedagang pun, diusahakan apabila makanan yang kering itu menggunakan kemasan yang terbuat dari kertas. Selain lebih ramah juga harga kemasan kertas lebih terjangkau atau bisa memanfaatkan kertas yang sudah tidak terpakai.

  1. Sulap sampah menjadi sesuatu

Sampah plastic yang terkenal keawetannya bisa ita sulap menjadi beberapa barang yang bernilai rupiah atau bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari di rumah. Seperti kemasan dari sabun cuci, kopi, atau kemasan kering lainnya dianyam untuk dijadikan sebagai taplak meja, alas penyimpanan bumbu dapur atau yang lainnya. Jangan langsung dibuang jika melihat kemasan makanan yang bagus dan cantik, sedikit berpikir dan ditambah dengan kreatifitas, maka sampah akan berubah fungsi.

  1. Hindari penggunaan alat rumah tangga dari plastic

Mengapa seperti itu? Karena lambat laun jika ada kerusakan atau bahkan sebelum rusak sudah dibuang, akan menjadi sampah pula. Maka hindari pembelian alat dapur berbahan plastic, alihkan dengan bahan ramah yang lain. Atau jika sudah terlanjur memiliki dan berniat akan dibuang, simpan dahulu dan gunakan kembali untuk dijadikan sebagai tempat tanaman. Selain beralih fungsi juga membuat hunian anda lebih hijau.

Dengan langkah ringan tersebut bisa membantu mengurangi jumlah sampah plastic di Bandung khususnya. Hal tersebut bisa kita mulai dari diri kita sendiri dan orang-orang terdekat. Karena kalau bukan dari diri sendiri akan sulit untuk memulai. Untuk jangka Panjang, pemerintah harus memberlakukan hukum yang pasti dan tegas untuk permasalahan sampah plastic di Indonesia. (C-003/MILA)***