Masyarakat Jabar Rindu

72

     MESKI  masih harus bersabar menunggu hasil penghitungan manual (real count) yang dilakuka  KPU Jabar, hasil quick count, sampai Kamis kemarin, pasangan Rindu,Ridwan Kamil – UuRuzhanul Ulum,mendapat suara terbanyak. Perolehan jumlah suara tersebut jauh dari hasil survey terakhir yang dilakukan berbagai lembaga survey. Pasangan nomor urut 3, Sudrajat – Ahmad Syaikhu menurut survey itu hanya mendapat dukungan antrara 3 – 5 persen saja. Urutan pertama didapat pasangan Dua D kemudian Rindu.

      Tampak sekali, usaha para pendukung Asyik memperlihatkan militansi dan kerja keras menjelang masa akhir kampanye.  Pemegang kunci pengumpulan suara sampai menyalip nomor urut 4 itu, menurut BB, adalahAhmad Heryawan. Mantan Gubernur Jabar yang berprestasi sangat tinggi itu, begitu selesai masa jabatannya, langsung fokus pada kampanye pemenangan pasangan Asyik. Aher mampu mengetuk hati sebagian masyarakat Jabar. Artinya peran Aher tidak dapat diabaikan begitu saja.

     Pasangan yang menjadi rival Rindu, Tb. Hasanudin (calon pasangan Hasanah) yang pertama datang ke posko Rindu di Hotel Papandayan. TB menyampaikan ucapan selamat kepada Ridwan Kamil secara langsung. ”Kami akan dukung supaya rakyat Jabar tenang dan damai. Mari kita bangun masyarakat Jabar yang sejahtera dan berkeadilan, ” kata TB. Kemudian DeddyMizwar, meskioun tidak langsung datang ke tempat pasangan Rindu, mengucapkan selamat  kepada pasangan nomor urut satu yang akan menjadi gubernur 2016 – 2023,” katanya di Hotel Intercontinental, Dago, Bandung. ”Kita hapus semua ketegangan yang ada selama ini. ”Ini untuk Jabar yang lebih baik lagi,” kata Bang Jack (nama perannya pada film serial Mencari Tuhan)  Bahkan Cawagub nomor urut 4, Dedi Mulyadi yang berada di kampung halamannya di Purwakarta, menginginkan agar pasangan Rindu segera dilantik dan dapat menjalankan tugasnya sesuai janji politik ketika berkampanye.

     Sedangkan calon nomur urut 3,pasangan Asyik, meminta semua pihak bersabar menunggu hasil real count. ”Belum ada dari pihak mana pun yang boleh mengklaim kemenangan Pilgub Jabar 2018. Klaim kemenangan itu terlalu dini. Tunggu dahulu, sabar. Ini kan quick count, selisihnya hanya 3 persen,” kata Haru Suandharu, Ketua Tim Pemenangan Pasangan Asyik.

     Ridwan Kamil, ketika menyikapi kemenangannya menyatakan, semua pendukungnya tidak boleh melakukan eforia berlebihan. ”Tidak boleh ada pawai, kita tunggu hasil perhitungan KPU,” katanya. ”Kita kawal proses penghitungan manual di KPU dan harus yakin tidak akan ada perubahan angka dari hasil quick count,” kata Ridwan Kamil. Ketika ditanya wartawan, apa saja yang akan dilakukan Ridwan Kamil pada awal masa jabatannya sebagai Gubernur Jabar, Kang Emil mengatkan, ia akan bersilaturahmi dengan semua pimpnan parpol yang ada. Sedangkan yang menjadi fokus garapannya ialah masalah ekonomi.

    Terlepas dari itu semua, siapapun yang  ditakdirkan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, tidak boleh terbenam dalam eforia kemenangan. Tantangan Jabar di hadapan kita, sangat berat. Tidak dapat ditangani dengan hanya berbekal perolehan suara terbanyak saja. Masalahnya, tingkat prestasi dan hasil karya gubernur terdahulu,berada di tingkat sangat tinggi. Pasti tidak akan terkejar apabila gubernur baru, dalam melaksanakan pembangunan di Jabar, justru mulai dari enol lagi. Jabar sudah jauh melangkah ke garda terdepan nasional. Pertumbuhan ekonomi Jabar meninggalkan pertumbuhan ekonomi nasional.

     Pembangunan infrastruktur berjalan, meskipun ada beberapa pembangunan infrastruktur yang dimodali pemerintah pusat, belum rampung bahkan masih dalam rencana. Namun pembangunan berskala besar seperti Waduk Jatigede dan Bandara Kertajati sudah rampung. Tinggal penataan dan memfungsikannya saja. Pertumbuhan industri sangat pesat dengan dibangunnya kawaan industri di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Peningkatan jumlah entrepreneur muda sudah melampaui target. Hal itu dapat menekan angka pengangguran. Ketenagakerjaan, benar, masih krusial. Kesepahaman antara pengusaha dan buruh belum terwujud secara harmonis.Pemprov Jabar masih harus mengahadapi masalah yang amat dilematis. Munculnya data masuknya tenaga asing dari China menjadi isu yang mask ke ranah politik. Menurut Dinas Ketenaga-kerjaan, masuknya tenaga asing legal, sudah terukur. Yang sulit dipantau justru tenaga kerja illegal yang ”leluasa” masuk Jabar.

   Sektor pertanian, termasuk  perikanan, Jabar masih dijadikan lumbung pangan utama secara nasional. Pada sektor ini, ada masalah yakni makin surutnya lahan pertanian akibat pembangunan perumahan dan industri. Lingkungan hidup yang kini tengah terfokus pada penyelematan aliran Sungai Citarum, sudah mulai ditangani secara lebih serius. Hasilnya memang belum  sesuai dengan harapan dan target. Namun sisa garapan Guberniur Ahmad Heryawan, kebanyakan jsutru merupakan proyek pusat. Artinya guberbnur baru harus punya akses yang lebih luas ke semua kementerian atau pemerintah pusat serta DPR-RI.  Tidak terlalu banyak garapan mendesak yang harus ditangani gubernuir baru pada masa 100 hari pertama pemerintahnnya.

   Selamat kepada pemenang Pilkada 2018, baik provinsi maupun 16 kota /kabupaten di seluruh Jawa Barat.***

      .