Patimban Didorong Jepang

39

          PELABUHAN Internasional Patimban penting bagi Perekonomian Jepang. Patimban merupakan pintu utama ekspor hasil industri Jepang terutama otomotif hasil industri yang ada di sekitar Subang. Bukan  hanya orang Jabar yang mengharapkan pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban segera selesai. Dorongan justru datang dari pemerintah dan para pengusaha Jepang.

    Pelabuhan di pantai Kabupaten Subang-Jabar itu dinilai sangat strategis bagi berlangsungnya arus ekspor-impor. Banyak sekali perusahaan bermodal Jepang yang ada di sekitar pelabuhan itu, terutama insustri otomotif. Hasil industri yang dioproyeksikan untuk ekspor itu diekspor ke berbagai negara. Karena letak dan karakter Patimban sangat baik, ekspor melalui pelabuhan itu akan sangat lancar.

    Dilihat dari kemudahan itulah, Jepang mendorong, Pelabuhan Laut Internasional Patimban dapat segera dibangun dan selesai sesuai target. Hal itu mengemuka pada diskusi Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono, dan Menlu Indonesia, Retno Marsudi di Jakarta, seperi dimuat KOMPAS 26/6. Jepang memberi pinjaman khusus pembangunan Patimban Rp14,2 triliun atau 83% dari kebutuhan biaya pembangunan.

   Menlu Retno Marsudi menjamin, pembangunan Patimban akan selesai sesuai target. ”Kami tengah mengintensifkan dan mempercepat atau mengakselerasi beberapa proyek Jepang yang sedang dilakukandi Indonesia. Pembangunan Patimban merupakan sakah satu dari percepatan itu,“ lata Retno.

    Para pebisnis Jepang tengah mencari tempat untuk memindahkan modalnya. Indonesia bisa menjadi pilhan jika ada dukuingan infrastruktur. Kini Jepang tengah memodali pembangunan di Indonesia seperti MRT, Jalur kereta Jakarta-Surabaya, dan Pelabuhan Patimban.

   Dana yang digelontorkan Jepang untuk menyeledeaikan proyek tahap pertama berupa terminal kendaraan, terminal peti kemas, jalan akses pelabuhan, instalasi listrik, dan dermaga.Kini, pembangunan Patimban memasuki persiapan pengerjaan fisik. Pemerintah Provinsi dan masyarajkat Jawa Barat berharap pembangunan Pelabuhan Laut Internasional Patimban akan menjadi kenyataan dan segera terwujud. Dengan demikian Jabar memiliki infrastruktur bertaraf internasional yang lengkap. Bandara Kertajati sudah selesai dan nanti akan sejajar dengan Pelabughan Laut Internasional Patimban.

    Menurut Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri RI, Pelabuhan Patimban penting bagi perekonomian Jepang ”Patimban dapat menjadui pintu ekspor produk perusahaan-perusahaan Jepang di sekitar pelabuhan,” katanya. Pemanfaatan Patimban terutama untuk ekspor otomotif.

     Pemerintah dan masyarakat harus mengapresiasi peratian Jepang terhadap pembangunan di Indonesia. Begitu pula dorongan yang sanagat kuat tehadap akselerasi pembangunan Pelabuhan Patimban. Namun sebagai warga Jabar, tentu boleh merasa pelabuhan itu milik rakyat Jabar juga.  Pemerintah jangan lupa terhadap asas manfaat pembangunan bagi masyarakat luas, khususnya warga setempat.

   Pemerintah dan pebisnis Jepang tidak lantas mendominasi pelabuhan itu hanya untuk kepentingan perekeonomian negaranya. Pelabuhan itu juga harus punya asas manfaat bagi peningkatan ekonomi Indonesdia, khususnya ekonomi Jawa Barat. Kebanggaan masyarakat Jabat atas pelabuhan itu jangan sampai pudar karena pelabuhan internasional yang terletak di atas tanah dan laut mereka menjadi milik mutlak orang lain. Orang Subang dan sekitarnya jangan sampai menjadi orang asing di tanah  airnya sendiri.

    Di samping sebagai pintu utama ekspor hasil produksi industri Jepang, Patimban juga menjadi pintu utama ekspor hasil industri Jabar, termasuk produk UKM. Diharapkan pula keberadaan Pelabuhan Internasional Patimban dapat mendorong industri, baik industri manufaktuir maupun industri kreatif serta kepariwisataan dan pertumbuhan ekonomi Jabar. Karena itu pemerintah harus menjamin, utang dari Jepang untuk membangun pelabuhan itu harus terbayar tanpa menunggu jatuh tempo. Pengelolaan pelabuhan dipastikan dapat mendatangkan uang cukup besar bagi negara.