Perang Melawan Narkoba

62

TAHUKAH  bahwa setiap tanggal 26 Juni, diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional?  Rasanya  banyak yang  belum mengetahui bahwa Selasa (26/6/2018) sebagai  HANI alias hari anti narkotika internasional. Boleh jadi  saking banyaknya peringatan  yang diadakan baik secara internasional maupun nasional.

Setiap momentum peringatan tentunya  mempunyai pesan, harapan, dan imbauan bagi masyarakat. Inginnya sih…peringatan HANI gaungnya  terasa di mana-mana, tidak seperti saat ini sepi-sepi saja. Tapi tidak apa yang penting semua  pihak  mengambil  makna dari HANI tersebut, kita semua lebih serius  untuk memberantasnya.

Kita berharap masyarakat Indonesia bersatu untuk melawan narkoba. Ya, dengan HANI  kita  berharap agar seluruh bangsa menyatukan kekuatan untuk bersatu dan bergerak melawan narkoba. Dan siapapun berharap demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa narkoba.

Kita bersedih  karena fenomena narkoba saat ini sudah begitu jauh merasuk ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat. Target konsumennya kian bertambah belia dari segi usia, kian variatif modus operandinya, serta kian massif peredarannya.

Hampir semua lapisan masyarakat mampu ditembus jaringan barang haram ini. Itulah mengapa banyak kita temui pemberitaan di mana korban narkoba berasal dari beragam kalangan dengan profesi, usia dan latar belakang yang berbeda-beda.

Ancaman bahaya narkoba memang tidak main-main, bukan sekedar mengancam keselamatan bangsa, narkoba bahkan diyakini sanggup memunculkan fenomena lost generation kelak jika kondisi ini tak segera tertangani dengan baik.

Oleh sebab itu,  upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba  harus menjadi perhatian serius. Kita  salut dan menghormati upaya yang dilakukan  petugas  yang secara rutin dan kontinyu  memberlakukan tes urine dadakan untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba di setiap lingkungan kantor dan satuan kerja.

Kepada Redaksi Bisnis Bandung, saya ucapkan terima kasih atas dimuatnya pandangan  saya terhadap  penyalahgunaan narkoba di negeri yang tercinta ini.  Salam…

Ahmad Safei, Cicalengka  Bandung