Infrastruktur Membaik, Mudik Lebaran Lancar

44

BISNIS BANDUNG– Arus mudik selama  momentum lebaran 2018, menurut  Ketua Fraksi PDI Perjunagan Jabar, Waras Wasisto  berjalan lancar dan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut bisa dilihat dari tidak terjadinya kemacetan parah di jalur mudik.

Selain itu hingga H-2 lebaran atau Rabu (13/6/2018), juga tidak terjadi kecelakaan lalu lintas yang cukup serius.

“Alhamdulillah arus mudik kali ini berjalan lancar. Saya mengucapkan selamat mudik kepada warga Jawa Barat yang berlebaran di kampung halamannya masing-masing,” katanya menjawab pertawan wartawan, pekan ini.

Menurut Waras, lancarnya arus mudik kali ini tak lepas dari persiapan serius yang dilakukan pemerintah. Semua instansi baik pemerintah maupun swasta sangat mendukung kepada kelancaran arus mudik.

Dia  mengatakan, semakin membaiknya infrastruktur jalan juga membuat arus mudik berjalan lancar.

Sementara itu, Kemenhub mencatat adanya peningkatan jumlah pemudik Idul Fitri 1439 H yang menggunakan moda transportasi umum. Hal itu membuat jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi di jalan arteri turun hingga 10-11% dan jalan tol yang hanya naik 4%.

“Kalau saya pikir, ada satu kesadaran masyarakat dan ada upaya-upaya yang dilakukan dalam perbaikan,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  kepada pers,pekan ini.

Menurut data Kemenhub, secara kumulatif sepanjang delapan hari sebelum lebaran (H-8) hingga delapan hari setelah lebaran (H+8), transportasi umum mengalami peningkatan. Transportasi umum yang melonjak paling tinggi penggunanya adalah angkutan penyeberangan air.

Pada musim mudik tahun lalu, jumlah pemudik yang menggunakan angkutan penyebrangan sebanyak 3,81 juta penumpang. Sedangkan pada periode yang sama tahun ini naik 15,49% menjadi 4,4 juta orang. Adapun jumlah pemudik yang menggunakan kapal laut tumbuh 6,62% dari 1,35 juta menjadi 1,44 juta.

Untuk angkutan udara jumlah penggunanya naik 11,21% dari 4,84 juta sepanjang periode H-8 hingga H+8 tahun 2017 menjadi 5,39 juta di periode yang sama tahun ini. Sementara pemudik yang menggunakan kereta api, naik 10,5% dari 4,64 juta menjadi 5,13 juta penumpang.

Seiring dengan peningkatan pemudik menggunakan angkutan umum, kata Budi, jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, khususnya roda dua mengalami penurunan. Meleset jauh dari yang diprediksi Kementerian Perhubungan sebelumnya. Dia memprediksi masa mudik lebaran tahun ini, pemudik sepeda motor akan naik hingga 35%. Ternyata realisasinya malah turun 25%.

“Nah ini momentumnya harus kami manage dengan angkutan massalnya yang bagus, mudik gratisnya ditambahkan, dan memberikan pengertian kepada masyarakat,” kata Budi Karya.

Penurunan jumlah pemudik sepeda motor, juga menjadi salah satu faktor yang membuat angka kecelakaan lalu lintas menurun. Namun, Budi Karya tidak merinci secara jelas, seberapa besar penurunnya. Hal ini bisa terlihat dari penurunan klaim asuransi yang dikeluarkan PT Jasa Raharja (Persero).

Pembayaran klaim asuransi Jasa Raharja menurun hingga 46,5% dibandingkan musim tahun lalu. Sejak H-7 hingga H+7 masa mudik lebaran tahun ini, Jasa Raharja hanya menyalurkan Rp 43,6 milir untuk klaim asuransi terhadap kecelakaan selama masa mudik itu.(B-002)***