Kerajinan Bambu Tasikmalaya, Banyak Diminati Wisatawan Mancanegara

45

PRODUK kerajinan bambu Tasikmalaya, semula hanya dibuat sebagai pekerjaan sampingan, setelah  melakukan pekerjaan pokok di lahan-lahan pertanian. Sentra kerajinan bambu di Tasikmalaya umumnya berada di wilayah perdesaan yang dekat dengan area bahan baku , seperti bambu dan baku lainnya. Wilayah yang menjadi pusat perajin  kerajinan bambu Tasikmalaya berada di sekitar Gunung Galunggung . Seperti daerah Nangorak, Bungur Sari, Kampung Sambong  Gunung sari, Kampung Pasir Angin, Citerewes  Cimuni Geulis, Mangkubumi dan Cisayong.

Setelah banyak permintaan , warga di daerah-daerah tersebut , kemudian secara serius mengerjakan berbagai produk kerajinan bambu. Kegiatan membuat aneka produk kerajinan bambu, marak dilakukan setelah Gunung Galunggung meletus pada tahun 1982. Untuk memenuhi keinginan pelanggan para perajin  memproduksi  berbagai macam dan bentuk produk yang umumnya  mempunyai  fungsi dan manfaat, yang dapat di gunakan sehari hari oleh pemakainya, antara lain boboko ( tempat nasi ), tudung saji, berbagai tempat makanan dengan  macam bentuk dan ukuran, keranjang parsel kue , keranjang parsel buah, kap lampu, peralatan dapur dan lainnya.

Untuk memasarkan produknya para perajin kerajinan berbahan baku bambu ini memiliki sistem sendiri,selain dijajakan langsung di pasar tradisional,mereka juga memasarkan produk kerajinannya di sentra penjualan kerajinan Rajapolah. Produk yang di pasarkan di Rajapolah biasanya di pasarkan lagi ke berbagai wilayah di Indonesia. Ada kalanya para pembeli langsung datang ke tempat para perajinnya agar mendapatkan harga yang murah.

Menurut  beberapa perajin produk kerajinan bambu asal Tasik  banyak yang di ekspor ke  Malaysia melalui toko atau agen  di  Rajapolah, bahkan permintaan akan produk kerajinan Tasikmalaya sampai tidak terlayani, karena jumlah pesanan yang cukup banyak dan target waktu yang sedikit, hingga banyak pesanan tak terlayani.Produk kerajinan bambu Tasikmalaya pada umumnya di jual per kodi . Misalnya, untuk keranjang parsel atau tudung saji dijual per- set , tiga susun ukuran kecil, sedang dan besar atau bisa juga sesuai permintaan pembeli.

Hingga saat ini untuk pemasaran para pengrajin tidak mengalami kendala , bahkan  beberapa produk mengalami kenaikan pada bulan hari raya Idul Fitri.Produk yang mengalami banjir order sebelum bulan puasa ialah keranjang parsel karena waktu tersebut banyak penjual parsel lebaran memesan atau membeli produk mereka dalam jumlah yang cukup banyak.

Sehingga para pengrajin tidak dapat memenuhi permintaan pembeli. Sebenarnya untuk produk  kerajinan bambu lainnya setiap waktu pesanan atau permintaan selalu ada, hanya kemampuan dan kapasitas produksinya terbatas menyebabkan pemenuhan pesanan ini kurang maksimal . (E-001) ***