Situs Batu Kalde, Peninggalan Budaya Hindu di Jawa Barat

52

Di  Pangandaran ada situs yang cukup dikenal , yakni Situs Batu Kalde, berada di area Cagar Alam Pananjung. Situs Batu Kalde merupakan salah satu situs peninggalan Hindu yang ada di wilayah Jawa Barat.Keberadaan situs ini seringkali diabaikan karena para pelancong lebih fokus berinteraksi di kawasan pantai Pangandaran. Batu Kalde terletak di area Taman Nasional Pangandaran yang dikelola oleh Perhutani Unit III Jawa Barat. Secara administratif wilayah ini berada di wilayah Desa /Kecamatan Pangandaran.

 Penamaan Batu Kalde  karena di balok-balok batu terdapat figur arca hewan yang ditafsirkan sebagai Keledai (Sunda: Kalde). Padahal arca yang dianggap berwujud keledai oleh penduduk tersebut sebenarnya menggambarkan  Nandi, wahananya Siwa Mahadewa.  Hasil ekskavasi (penggalian arkeologi) yang dilakukan oleh tim Puslitarkenas menunjukan, bahwa bangunan tersebut berdenah bujur sangkar dengan ukuran 12x 12 m, bagian bangunan yang tersisa sekarang terdiri dari 3 lapisan batu. Selama penggalian berlangsung belum dapat diketahui arah hadapnya, karena tidak ditemukan adanya penampil di salah satu sisinya sebagaimana halnya pada bangunan candi umumnya.

Kesimpulan lain adalah  bangunan Candi Pananjung (nama yang diberikan oleh tim Puslitarkenas) tidak seperti candi-candi yang ada di Jawa Tengah atau Jawa timur, hal tersebut dapat diketahui dari ketebalan struktur bangunan, penggunaan batu-batu, dan  kedalaman pondasi. Jika saja bangunan Candi Pananjung tersebut mempunyai atap, kemungkinan dibuat dari bahan yang cepat rusak, misalnya tiang dari kayu, atau bambu, dengan penutup atap dari ijuk atau bahan lainnya yang mudah lapuk (Ferdinandus 1990: 295).

Penelitian arkeologis telah dilakukan di situs tersebut pada tahun 1985 dan 1987 oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas). Kesimpulan dari penelitian , bahwa di situs itu dahulu pernah terdapat suatu struktur bangunan.Di lokasi ini terdapat 8 batu bulat, sebaran batu-batu bekas candi dan 2 buah arca. Untuk mempermudah pendeskripsian ,maka kedua arca tersebut masing-masing diberi kode dengan huruf BKL 1 dan BKL 2. Berupa batu berdenah bujur sangkar, berbahan batuan sedimen. Batu tersebut terdiri dari dua bagian. Bagian atas terbelah menjadi tiga. Pada permukaan atas terdapat pelipit. Pada bagian tengah permukaan atas terdapat lubang berbentuk bujur sangkar yang menembus sampai batu bagian bawah. Pada salah satu sisi terdapat bagian tonjolan, tetapi sekarang sudah terpangkas. Pada tonjolan tersebut terdapat cekungan sebagai saluran yang menghubungkan lubang dengan sisi luar. Bagian badan batu tersebut terdapat pelipit-pelipit. Bagian bawah batu sebagian sudah terpendam dalam tanah. Bagian luar dari batu bagian bawah ini bertingkat yang makin ke atas makin sempit. (E-001) ***