Teknologi VAR dan Drama Akibat VAR di Piala Dunia 2018

28

GELARAN Piala Dunia 2018 yang digelar di Negara Rusia sudah dimulai pada (14/06/2018), laga pertama piala dunia 2018 mempertemukan Rusia dan Arab Saudi, sekaligus menjadi awal digunakannya teknologi baru bernama Video Assistant Refereeing (VAR) yang sudah diterapkan di beberapa liga sepakbola Eropa.penggunaan VAR dikonfirmasi langsung oleh Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) Gianni Infantino,jumat (16/3).

Piala Dunia 2018 Rusia akan jadi Piala Dunia Petama yang menggunakan teknologi VAR, keputusan digunakannya teknologi VAR berdasar observasi di 2000 pertandingan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Terlebih lagi teknologi VAR dianggap sangat membantu tugas wasit dalam melakukan keputusan dilapangan serta membuat sebuah pertandingan sepak bola menjadi lebih adil dan transparan bagi kedua pihak. Sejauh ini,terknologi tersebut sudah diterapkan di Bundesliga Jerman, Serie A Italia hingga beberapa pertandingan di Liga Premiere Inggris.

Dilansir laman Opta, teknologi VAR ini merupakan terknologi kamera yang digunakan untuk meminimalisir kesalahan wasit.  FIFA memakai teknologi ini pertama kali di Piala Dunia Rusia 2018. Meski terdapat 11 stadion yang digunakan selama pertandingan di Rusia, tapi tim yang mengawasi VAR hanya memiliki pusat hub di Moskow.

Tim pengawas VAR beranggotakan 13 orang. Empat orang ditugaskan di masing-masing pertandingan. Mereka memiliki akses terhadap 33 kamera di dalam stadion. Ada 12 kamera yang memiliki kemampuan slow motion. Kamera dengan kecepatan normal digunakan untuk melihat kontak tubuh antarpemain dan untuk melihat pelanggaran handball secara sengaja.

Ada juga dua kamera untuk melihat potensi offside. Ke depannya, juga akan ada kamera ultra slow motion yang akan dipasang di belakang masing-masing gawang. Sistem ini akan dipakai pada fase gugur.

Selain akses kamera, tim VAR juga diberikan akses komunikasi kepada wasit melalui radio berbasis jaringan fiber. Komunikasi ini dapat dilakukan secara dua arah. Jadi, wasit bisa meminta tim VAR untuk memberikan video reka ulang. Sekadar informasi, wasit memiliki fasilitas monitor yang terletak di pinggir lapangan dekat bench.

Pengamatan antara tim VAR dan wasit inilah yang membantu wasit dalam mengambil keputusan penting, seperti penalti, gol, dan pemberikan kartu merah.

Meski terkesan canggih, teknologi VAR tidak menggunakan alat-alat yang berlebihan. Kunci VAR hanya kamera, monitor, dan jalur komunikasi wasit. Aturan dan sistem VAR sudah dirancang sejak 2016 lalu.

Meski bisa membantu wasit menghasilkan keputusan akurat, penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Piala Dunia 2018 menuai banyak keberatan karena dianggap menghapus sisi ‘drama’ dalam sepakbola. Namun, drama tetap hadir dalam bentuk baru. Ada yang diuntungkan dan dirugikan dalam penggunaan teknologi ini. Yang jelas, drama tetap tersaji.

Pertama, penalti Antoine Griezmann dalam laga Prancis vs Australia, di Grup C Piala Dunia 2018 di Stadion Kazan Arena, Sabtu (16/6). Bahkan, kemenangan 2-1 Prancis dibantu oleh dua teknologi sekaligus, VAR dan Goal Line Technology (GLT).

Wasit Andres Cunha sempat tidak menganggap Joshua Risdon melakukan pelanggaran terhadap Griezmann di dalam kotak penalti pada menit ke-54. Para pemain Prancis protes. Tak lama kemudian, wasit menuju ke monitor VAR untuk melihat tayangan ulang. Penalti diberikan. Griezmann sukses mengeksekusi hadiah itu.

Kedua, penalti Christian Cueva pada pertandingan Peru vs Denmark di penyisihan Grup C di Mordovia Arena, Saranks, Rusia, Sabtu (16/6). Saat itu, kaki Christian Cueva yang menggocek bola di depan gawang Denmark tersangkut kaki Poulsen.

Pemain Peru protes dan meminta penalti. Wasit Bakary Papa Gassama tak langsung memutus itu pelanggaran. Ia lebih dulu melihat VAR, sebelum memutuskan untuk memberi penalti. Sayang, eksekusi Cueva melambung tinggi di atas gawang Schmeichel. Peru pun kalah 0-1.

Ketiga, penalti pemain timnas Andreas Granqvist ke gawang Korsel pada pertandingan Grup F Piala Dunia 2018, di Stadion Nizhny Novgorod, Senin (18/6).

Pada menit ke-65, Kim Min-woo terlambat membuang bola dan mengenai kaki Victor Claesson di kotak penalti. Granqvist melaksanakan tugas sebagai algojo dengan sempurna. Swedia unggul 1-0 atas Korsel.

Keempat, penalti Mohamed Salah saat timnya ditekuk oleh timnas Rusia 1-3 pada laga kedua Grup A, di Stadion Saint Petersburg, Selasa (19/6). Penalti diberikan setelah bintang Liverpool itu dijatuhkan Roman Zobnin di dalam kotak penalti.

Para pemain Mesir protes dan meminta wasit melihat Video Assistant Referee (VAR). Wasit Enrique Caceres pun menunjuk titik putih setelah menengok monitor VAR. Salah sukses mencetak gol, meski tak mampu menolong Mesir dari kekalahan.

Teknologi VAR ini memang sudah tidak bisa dihindari kehadadiranya di gelaran piala dunia 2018 Rusia,  karena teknologi ini sangat amat membantu pengadil dilapangan dalam mengambil keputusan yang sulit. Dan di prediksi akan banyak lagi drama yang terjadi karena adanya teknologi VAR ini. (C-003/PIKRI)***