Tips Aman Pakai WiFi Publik Piala Dunia 2018

29

AJANG Piala Dunia 2018 menyita perhatian publik untuk datang langsung ke Rusia. Terutaman bagi penonton perhelatan langsung di sana, sebaiknya berhati-hati memanfaatkan jaringan WiFi publik.

Peneliti keamanan senior di Kaspersky Lab, Denis Legezo melalui keterangan tertulisnya, Jumat (22/6/2018), mengatakan “Kurangnya enkripsi lalu lintas data, ditambah dengan perhelatan berskala global seperti Piala Dunia membuat jaringan WiFi menjadi target para pelaku kejahatan yang menginginkan akses mudah ke data pengguna.”

Menurut penelitian Kaspersky Lab, lebih dari 20% titik WiFi publik di ajang Piala Dunia 2018 berisiko mengancam keamanan. Saat ini sebanyak 7.176 dari sekitar 32.000 jaringan WiFi publik di kota-kota penyelenggara Piala Dunia 2018, tidak menggunakan enkripsi lalu lintas data yang dapat menimbulkan risiko keamanan bagi penggemar sepak bola yang berkunjung ke kota tersebut. Setelah sebelumnya ditemukan modus penipuan tiket palsu lewat scamming.

Dari hasil penelitian ini, Kaspersky Lab menyarankan untuk berhati-hati melindungi data pribadi mereka, khususnya saat menggunakan koneksi Wi-Fi di area sekitar penyelenggaraan pertandingan Piala Dunia 2018. Ajang ini banyak diburu publik dan menjadi kesempatan berharga untuk dapat membagikan pengalaman mereka di media sosial. Namun, pada saat yang sama, jaringan ini dapat digunakan untuk mentransfer informasi keuangan dan informasi berharga lainnya di Internet. Bahkan informasi ini dapat dicegat oleh pihak ketiga untuk disalahgunakan.

“Piala Dunia 2018 telah mengkonfirmasi bahwa acara yang dihelat sudah memiliki keamanan terbaik. Namun, perlu disadari terkait dengan Wi-Fi publik di beberapa titik kota tuan rumah seringkali tidak demikian,” kata Denis.

Temuan Kaspersky Lab tersebut didasarkan pada analisa titik Wi-Fi publik di 11 kota penyelenggara Piala Dunia FIFA 2018, termasuk Saransk, Samara, Nizhny Novgorod, Kazan, Volgograd, Moskow, Ekaterinburg, Sochi, Rostov, Kaliningrad, dan Saint Petersburg.

Hasilnya menunjukkan bahwa tidak semua titik akses nirkabel memiliki enkripsi dan algoritma otentifikasi yang menjadi aspek penting untuk jaringan Wi-Fi agar tetap aman. Risiko terbesarnya adalah para peretas dapat mencegat lalu-lintas jaringan dan mendapatkan informasi rahasia dari pengguna yang tidak mawas akan keamanan berinternet hanya dengan berada di dekat titik area akses nirkabel.

Tiga kota dengan persentase tertinggi jaringan Wi-Fi yang tidak aman adalah Saint Petersburg (37 persen), Kaliningrad (35 persen), dan Rostov (32 persen). Sebaliknya, tempat yang paling aman adalah kota yang relatif kecil – termasuk Saransk (hanya 10 persen dari titik Wi-Fi publik), dan Samara (17 persen dari titik Wi-Fi publik).

Risiko terbesarnya, para peretas dapat mencegat lalu lintas jaringan data dan mendapatkan informasi rahasia dari pengguna yang tidak mawas akan keamanan berinternet. Hampir dua pertiga dari semua jaringan WiFi publik di lokasi ini menggunakan protokol WiFi Protected Access (WPA/WPA2) untuk enkripsi lalu lintas data, protokol yang dianggap sebagai salah satu yang paling aman untuk penggunaan WiFi. Kendati demikian, perlu dicatat bahwa WPA/WPA2 dapat berisiko terhadap serangan brute force dan dictionary, serta serangan kunci instalasi ulang yang berarti mereka tidak sepenuhnya aman.

Jika Anda mengunjungi kota-kota diselenggarakannya Piala Dunia 2018 dan menggunakan fasilitas WiFi publik selama di sana, perhatikan beberapa langkah sederhana berikut ini guna melindungi data pribadi Anda.

  1. Hubungkan melalui VPN

Virtual Private Network (VPN) merupakan suatu koneksi jaringan antara satu jaringan dengan jaringan lain secara pribadi melalui jaringan internet (public). VPN memakai metode enskripsi untuk mengacak data yang lewat. Dengan menggunakan metode enskripsi, keamanan data akan cukup terjamin dari pencurian data. Artinya, penjahat siber tidak dapat membaca data Anda walaupun mereka mendapatkan aksesnya. Solusi Kaspersky Secure Connection VPN dapat diaktifkan secara otomatis ketika koneksi tidak aman.

  1. Menggunakan Kata Sandi.

Jangan percaya jaringan yang tidak dilindungi kata sandi atau memiliki kata sandi yang mudah ditebak atau mudah ditemukan.

  1. Tetap Waspada dengan Kata Sandi

Jika jaringan meminta kata sandi yang kuat, Anda harus tetap waspada. Penipu dapat mengetahui kata sandi jaringan di kedai kopi dan kemudian membuat sambungan palsu dengan kata sandi yang sama. Ini memungkinkan mereka dengan mudah mencuri data pribadi. Anda hanya boleh mempercayai kata sandi jaringan yang diberikan oleh penyelenggara yang sah.

  1. Gunakan WiFi Seperlunya

Untuk memaksimalkan perlindungan Anda, matikan koneksi WiFi setiap kali tidak digunakan. Ini juga akan menghemat masa pakai baterai Anda. Kaspersky Lab juga menyarankan untuk menonaktifkan koneksi otomatis ke jaringan WiFi yang ada.

  1. Jangan Login ke jejaring sosial yang bersifat privasi jika ragu dengan keamanan nirkabel

Jika tidak 100% yakin dengan keamanan jaringan nirkabel yang digunakan namun masih memerlukan akses internet, coba batasi diri dengan tidak memasukkan detail login untuk jejaring sosial atau layanan email, dan jangan melakukan transaksi perbankan online atau memasukkan detail kartu bank Anda di mana saja. Ini akan menghindari situasi ketika data sensitif atau kata sandi Anda dicegat dan kemudian digunakan untuk tujuan jahat para penjahat siber.

  1. Gunakan Koneksi Aman (HTTPS)

Untuk menghindari diri menjadi target kejahatan siber, Anda harus mengaktifkan opsi ‘selalu menggunakan koneksi aman’ (HTTPS) di pengaturan perangkat yang dimiliki. HTTPS adalah protocol web browser yang memungkinkan anda menggunakan aplikasi apapun dengan aman. Saluran yang terenskripsi mengijinkan anda melakukan pertukaran data secara rahasia dan membuka situs dengan aman.  Mengaktifkan opsi ini disarankan ketika mengunjungi situs web apa pun yang menurut Anda tidak aman.

Demikian, tetaplah berhati-hati dan perhatikan keamanan perangkat Anda agar aktivitas nonton Piala Dunia 2018 lebih menyenangkan. (C-003/Lisna)***