Buffalo Boys, Western Indonesia

83

TIGA bintang film “sohor” Pevita Pearch, Daniel Adnan dan Hannah Al Rashid, mengaku rindu dengan Kampung Krikilan di daerah Pendoworejo, Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta ,tempat pengambilan gambar untuk film “Buffalo Boys” .

Meskipun hawa cenderung panas saat shooting, Pevita sangat kagum dengan berbagai setting yang diproduksi oleh tim Direktor Mike Wiluan.

“Saya bergabung dengan film ini, karena saya  merasa film western Indonesia ini belum pernah dibuat sebelumnya,” kata Pevita kepada awak media. “Tim Produksi yang berasal dari berbagai negara  Asia ini sangat professional dan  pakar dalam bidangnya masing-masing,” kata Hannah Al Rashid dalam sebuah acara di Bandung, akhir pekan lalu.

Pevita memerankan karakter perempuan bernama Kiona, yang berani melawan penjajah Belanda dalam film “Buffalo Boys” ini.

Film “Buffalo Boys”, menceritakan tentang dua Pangeran Bersaudara yang bertahun-tahun diasingkan di Amerika (Wild West Amerika).

Kemudian kembali ke Jawa untuk membalas dendam “Kiona merupakan seorang gadis yang benar-benar harus mampu berdiri sendiri ,  pintar menggunakan alat apapun untuk melawan. Demi peran ini, kami semua mengikuti “training” selama 3 bulan.  Baik untuk hal fisik, maupun adegan. Saya pun harus mahir menggunakan busur dan panah. “Sulit juga belajarnya sih… hehehe…” kata Pevita sambil tertawa yang diiyakan oleh  Daniel Adnan dan Hannah

Mengingat film ini merupakan “perpaduan” antara sejarah Indonesia dengan “Genre Klasik Western” ,tim Produksi film “Buffalo Boys”,  menyiapkan berbagai setting dan bangunan dari zaman penjajahan.(E-011) ***