Mira Nurfahlia Sahid, S.Pd, Masalah Persaingan Terkadang Muncul Karena Ambisi Materi

38

Mira Nurfahlia Sahid, S.Pd kelahiran Bandung  10 Maret 1981 , anak dari Y. Hidayat Surasedana (72 tahun) ini berprofesi sebagai blogger dan public speaking, juga merupakan founder Komunitas Kumpulan Emak Blogger.

Mira Nurfahlia Sahid, S.Pd , menjadi seorang blogger dimulai sejak tahun 2008. Saat itu, ia sedang mengembangkan bisnis multi level marketing yang diikutinya, dan melakukan media promosi melalui blog. Namun seiring berjalanan waktu, blog tidak lagi berisi promo-promo jualan, melainkan tulisan-tulisan organik yang berisi tulisan-tulisan dari apa yang dirasa/dipikirkan. Sementara untuk menjadi public speaking, dipelajari secara mendalam sejak tahun 2009. “Menjadi public speaking, sebetulnya tidak ada latar belakang langsung dengan pendidikan saya. Semua berjalan secara organik.

Selain itu, saya memang senang cuap-cuap di depan orang, bahkan sejak SMP saya sudah belajar menjadi MC di berbagai acara,” tuturnya. Itulah kenapa, seiring berjalannya waktu, kemampuan saya  bicara di depan banyak orang  semakin terlatih,di antaranya melalui acara-acara seminar. Tapi untuk dunia blogger (menulis), ini  sesuai dengan latar pendidikan saya, yakni bahasa dan sastra Indonesia , saya sangat menyukainya. Ini Passion saya. Soal persaingan, saya rasa relatiflah . Karena saya sendiri tidak terlalu ambil pusing dengan yang namanya persaingan, karena saya senang menjalaninya,” paparnya kepada BB,akhir pekan lalu di Bandung.  

Dikemukakan Mira mengatakan, sebelumnya ia merupakan pekerja kantoran, juga pernah menjadi  sekertaris  Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah (2007). Pernah juga bekerja sebagai Marketing, dan terakhir bekerja sebagai community manager (2017). Untuk meningkatkan kualitas diri dan profesi yang harus dilakukannya, pertama, tetap menjaga performa dengan terus mengupgrade diri, belajar terus melalui seminar-seminar. Tetap menjaga hubungan baik dengan berbagai kalangan. Mira menyebut , masalah persaingan yang terkadang muncul hanya karena ambisi materi saja. Tapi jika kita bisa menjaga hubungan baik, maka materi biasanya akan datang seiring dengan attitude kita. 

Ibu dari Zahara Vinka Al Hadi (14 tahun) dan Muhammad Zahran Al Hadi (10 tahun) ini mengaku, hingga saat ini menjadi blogger sudah  10 tahun, sementara menjadi public speaking,  sekitar 8 tahun. Menggeluti profesi sebagai blogger dan public speaking , ada kepuasan tersendiri karena bisa berbagi ilmu . Selain itu, juga bisa mempelajari audience, bagaimana karakter mereka dalam menerima apa yang disampaikan. Dan bisa mengasah terus kekurangan. Pengalaman lain jika  kurang persiapan, sehingga kurang menguasai apa yang harus disampaikan. 

Selama menjadi public speaking, Mira mengklaim beberapa provinsi sudah dikunjunginya. Dan yang paling berkesan adalah ke kota Bengkulu. Segmen pasar dari materi public speakingnya yakni citizen jurnalism/ moms, atau anak-anak sekolah, dan mahasiswa/mahasiswi. Pasalnya tema yang bisa disampaikan lebih mudah dan lebih tepat.Menjawab pertanyaan 

apa saja kelebihan sebagai trainer/public speaking/blogger dibandingkan dengan ilmu lainnya?

Hmm, apa ya pertanyaan yang sulit. Tapi kalau dari feedback yang kerap saya terima, penyampaian saya itu asyik, mudah dimengerti, meski kadang bicaranya masih agak terlalu cepat. Yang menjadi indikator/barometer materi sukses disampaikan kepada publik, yakni banyak yang bertanya, dan mereka antusias dalam menyimak,” jawabnya

Penganut moto hidup “Tetaplah Menulis, Maka Kamu Akan Tau Siapa Dirimu” itu mengaku selain sebagai bloger dan public speaking, juga memiliki profesi sebagai Instruktur Yoga. Juga  aktif dibeberapa organisasi, di antaranya Komunitas Kumpulan Emak Blogger (Founder), Team community development Siberkreasi (para penggiat literasi digital), member dari komunitas Tangan Di Atas, Cibubur Yoga Center (member), member dari komunitas Single Moms Indonesia (sebagai support group). (E-018)***