Penerima Manfaat Dompet Dhuafa Mencapai 16.804.161 Jiwa

99

BISNIS BANDUNG — Menginjak usia 25 tahun pada tahun 2018 ini , raihan zakat Dompet Dhuafa mencapai Rp 94,8 miliar. Sejak tahun 1993 hingga tahun 2017, jumlah  penerima manfaat mencapai 16.804.161 jiwa .

Layanan melalui program-program pengentasan kemiskinan dengan rincian , sektor pendidikan total  penerima manfaat sebanyak 504.227 jiwa, sektor kesehatan dan layanan 1.898.992 jiwa ,  penerima manfaat  sektor ekonomi  total 689.383 jiwa, untuk sektor pengembangan dan layanan sosial  13.426. 546 jiwa  dan sektor dakwah  sebanyak 285.013 jiwa. Sementara untuk program , sebarannya  ke 33 provinsi se Indonesia dan 26 negara di dunia.

“ Menginjak  umur  25 tahun , kami akan menjaga kepercayaan berbagai pihak yang sudah mempercayai Dompet Dhuafa menjadi tempat menyalurkan ZISWAF – nya “, ucap Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi drg.Imam Rulyawan, MARS

Syukuran HUT ke 25 Tahun Dompet Dhuafa dihadiri oleh seluruh jajaran Direksi, Kepala Divisi/ Unit dan seluruh pegawai Dompet Dhuafa , diselenggarakan di Masjid Zona Al Madinah, Parung, Bogor. (Senin, 02/07). Dompet Dhuafa merupakan lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah dan Wakaf) serta dana lainnya yang halal dan legal, maupun dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga) akan terus memberikan mensejahterahkan kaum dhuafa yang ada di Indonesia maupun yang ada dibelahan dunia dengan dukungan para wakif.

Dompet Dhuafa yang berdiri sejak2 juli 1993, berawal dari empati kolektif komunitas jurnalis yang banyak berinteraksi dengan masyarakat dhuafa, sekaligus kerap berjumpa dengan kaum kaya. Dari situ  terbentuklah manajemen galang kebersamaan dengan berbagai pihak yang peduli kepada nasib dhuafa. “ Organisasi ini merupakan sebuah lembaga pertama yang bergerak di bidang penyaluran zakat atau amil zakat tingkat nasional di Indonesia,” Imam menjelaskan awal berdirinya Dompet Dhuafa kepada BB , kemarin.

Usia 25 tahun bukanlah waktu yang tidak sedikit, apalagi untuk lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan. Dompet Dhuafa mencoba berkolaborasi dengan membawa budaya masyarakat Indonesia untuk terus peduli dengan kaum dhuafa dan bersama memajukan bangsa melalui kegiatan filantropis (humanitarian) dan wirausaha sosial profetik (prophetic socio-technopreneurship). Besar pertumbuhan zakat merupakan hasil pendekatan Dompet Dhuafa terhadap khasanah budaya lokal. Selain itu juga tercatat peningkatan zakat tahun ini mencapai 94,8 Milyar yang di donasikan oleh para mustahiq kepada dompet Dhuafa pada tahun ini.

Imam mengulas kembali keberadaan Dompet Dhuafa  yang berdiri pada tahun 1993 yang hingga tahun 2017,  total penerima manfaat mencapai 16.804.161 jiwa dan layanan melalui beberapa program pengentasan kemiskinan . Dirincikan Imam  , untuki sektor pendidikan total  penerima manfaat sebanyak 504.227 jiwa, sektor kesehatan sejumlah 1.898.992 jiwa ,  penerima manfaat di sektor ekonomi  total berjumlah  689.383 jiwa,  sektor pengembangan sosial berjumlah 13.426. 546 jiwa , sektor dakwah sebanyak 285.013 jiwa . Sementara untuk sebaran program , penyebarannya kei 33 provinsi se Indonesia dan 26 negara di dunia.

drg.Imam Rulyawan, MARS mempertegas,  komitmen Dompet Dhuafa untuk menunjukan pola pengelolaan zakat  dalam memberikan solusi singkat, praktis, dan sederhana dalam menanggulangi berbagai masalah di Indonesia. Berbagai program telah digulirkan .

Ditambahkan ,Dompet Dhuafa sebagai lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf), serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Selama 25 tahun, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan ummat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi dan kebencanaan serta CSR. (E-018)***