Pengurusan Trayek Baru Dikeluhkan Organda

70

DPC organisasi angkutan darat atau organda kabupaten Bandung Barat, mengeluhkan lambannya pengurusan pembukaan trayek angkutan baru, yang hingga bertahun-tahun. Padahal, kebutuhan transportasi umum ke masyarakat di Kabupaten Bandung Barat, seperti ke kawasan kompleks pemda di Mekarsari, Ngamprah, dan wilayah selatan, belum tergarap maksimal.

Organda Bandung Barat masih berjuang membuka trayek baru di wilayah Bandung Barat. Terdapat dua trayek yang menjadi prioritas, yang sudah diusulkan ke Pemda Bandung Barat melalui Dinas Perhubungan. Namun, hingga kini memasuki tahun ke tiga, usulan trayek itu tidak kunjung turun.

Hal tersebut diungkapkan ketua DPC organda Bandung Barat, Asep Dedi setiawan, yang ditemui usai muscab organda bandung barat, di Batujajar, Rabu siang. Asep menjelaskan, dua trayek yang diusulkan yaitu jalur Cimareme-Ngamprah dan gunung Bentang-Saguling.

Daerah di jalur itu berpotensi penumpang cukup besar, dan belum tersentuh angkutan. Dampaknya, masyarakat yang ingin datang ke kantor pemda untuk mengurus keperluan mereka, harus mengeluarkan biaya mahal, karena akses transportasi yang ada hanya ojek.

Di wilayah selatan Bandung Barat, angkutan belum dapat menyentuh menyeluruh hingga ke kecamatan Cipongkor dan Rongga. Jalur eksisting di selatan baru menyentuh Batujajar-Cililin, dan Cililin–Gununghalu- Cipongkor. Padahal, berdasarkan kajian pihaknya, infrastruktur jalan ke selatan di Bandung Barat sudah cukup baik, dan layak dilalui angkutan umum.

Algi Muhammad Gifari, Bandung tv.