Wawan Membuka Warung Jujur Ditengah Keterbatasan Phisiknya yang Cacat

37

TIDAK ada yang menyangka, di tengah kekurangannya, Mang Wawan bisa bertahan hidup dari warung jujur yang dibukanyasejak pagi hingga malam hari. Mang Wawan warga Dusun Pamulihan RT 04 RW 01 Desa Pamulihan Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang itu membuka warung yang dinamai warung jujur.
Unik memang, warung ini berbeda dengan warung – warung  pada umumnya.Dimana pembeli selalu dilayani oleh pelayan atau pemilik warung. Di warung jujur milik mang Wawan ini berbeda, disini pembeli dipersilakan mengambil barang yang dibutuhkannya sendiri alias melayani sendiri,membayar dan mengambil kembalian uang pun dilakukan sang pembeli , semuanya serba oleh pembeli.

Pria yang akrab dipanggil Mokewong ini membuka warung jujur yang menjadi usahanya sejak tahun 2013. Hingga kini, usaha  membuka warung jujur ini tidak pernah bangkrut atau sepi pembeli.Bukan tanpa alasan, ia membuka warung jujur karena memang disini segala sesuatunya melayani sendiri.

Selain karena kondisi badannya yang  cacat sejak lahir, pria berusia 30 tahun itu  memiliki niat tulus untuk melatih kejujuran kepada masyarakat khususnya pembeli. Jangankan untuk melayani keperluan pembeli,untuk berbicara pun Mang Wawan mengalami kesulitan,sehingga wajar saja Mang Wawan mempersilahkan siapapun pembeli yang datang ke warungnya melayani sendiri pembelian barang kebutuhannya.

Hingga kini Mang Wawan tinggal bersama keluarganya,terutama sang ibu tercintanya yang selalu melayani keperluan Mang Wawan sepenuh hati disertai kasih sayang seorang Ibu pada anaknya. Ia ingin memotivasi kepada warga masyarakat yang datang ke warung jujur miliknya, agar senantiasa berperilaku jujur,dimanapun dan dimulai dari warung jujurnya Mang Wawan yang selalu semangat dalam menjalani kehidupannya.

“Harus semangat, jangan mengeluh, harus jujur, juga jangan coba-coba pakai narkoba,’’ ucapnya ketika ditemui di waung jujur miliknya, Selasa,(03/07/18).
Edah, 55, sang ibu menuturkan bahwa anaknya memang memiliki kemampuan lebih.Edah awalnya merasa heran ketika anaknya mampu dan mengerti tentang sistem dan cara kerja barang – barang elektronik.

Dengan menggunakan kakinya, Wawan mampu menyolder, memperbaiki radio hingga tv yang rusak sampai  kembali bisa digunakan (dioperasikan).
“Awalnya Wawan suka bawa radio kecil, terus dibongkar, sampai 3 unit radio dibongkarnya sampai rusak dan kemabli betulkannya,’’Edah menceritakan kemampuan anaknya yang cacad phisik.

Bahkan, lanjut Edah, sampai saat ini masyarakat sekitar yang ingin memperbaiki televisi atau radio yang rusak meminta bantuan kepada Wawan untuk membetulkannya.
“Sejak itu, kalau ada tetangga yang tv nya rusak, suka minta dibetulkan oleh Wawan,Alhamdulillah Allah  adil meski anak saya cacat seperti ini tapi aya we kelebihanna,”  tutur Edah.(E010) ***