Karir Baru untuk Gamers

29

GAMING kini sudah termasuk dalam cabang olahraga elektronik dengan sebutan e-sport. Hal itu bisa terjadi karena adanya dukungan dari IesSPA (Indonesia e-Sport Association). Cabang baru ini bukan hanya di Indonesia tapi sudah tingkat dunia, salah satunya dibuktikan dengan adanya lomba game tingkat Internasional.

Untuk sebagian orang mungkin kata e-Sport sudah biasa, apalagi untuk orang yang selalu mengikuti perkembangan tournament beberapa game terkenal seperti DOTA 2, League of Legend dan yang lainnya. Sederhananya, e-Sport adalah habungan dari elektronik sport yang artinya olahraga yang menggunakan game sebagai kompetitif utama.

Sebenarnya kompetisi game ini sudah ada sejak internet belum berkembang seperti saat ini. Metode yang digunakan adalah bermain secara Bersama dan pemenangnya adalah yang memiliki score tertinggi. Untuk gamers yang berminat menjadi atlit e-Sport, bisa dengan tekun dan lebih mendalami dalam satu game dibidangnya masing-masing. Setelah dirasa menguasai, jangan ragu untuk mencoba bertanding di tournament. Selain mengasah diri, pengalaman juga hadiah yang ditawarkan biasanya tidak sedikit.

Bahkan pada tahun 2017 di Indonesia, ada tournament e-Sport dari game LGS dengan hadiah utama Rp 100 juta. Dan jika sudah memasuki tingkat dunia, tidak menjadi juara pun atlit e-Sport sudah bisa mengantongi kyrang lebih 25 ribu dollar. Dengan hadiah seperti itu, membuat para gamers berlomba-lomba menjadi atlit dan mencari tournament-tournament.

Pekerjaan jenis ini termasuk hobi yang dibayar, perlu perjuangan keras jika gamers menyukai game yang bekerja secara tim. Perencanaannya bisa dimulai dari mencari coach yang handal, pemain yang mahir, cadangan yang bisa diandalkan dan manager yang memahami sitem game itu sendiri. Tidak perlu khawatir masalah tournament, karena dengan perkembangannya diseluruh dunia kini sudah menjamur dan sudah diakui berbagai pihak.

Selain hadiahnya yang menggiurkan, atlit e-Sport juga bisa menjadi terkenal. Dan yang paling penting bisa menghasilkan penghasilan tambahan. Misalnya dengan membuat akun youtube dan berbagi ulasan tentang game yang dikuasai. Namun jangan terbuai dengan kemewahannya saja, perhatikan juga resikonya. Terutama masalah dana awal, untuk membangun tim atau untuk mengasah diri sebagai pemain tunggal game juga tidak sedikit. Jika memiliki percaya diri tinggi, gamers bisa mencara sponsor untuk membantu hal yang satu ini.

E-Sport dan olahraga hingga kini masih menjadi perdebatan umum. Sebagian orang mengartikan E-Sport adalah cabang olahraga, dan sebagian orang membedakan antara keduanya. Tapi tidak menutup kemungkinan suatu saat, e-Sport benar-benar diakui sebagai cabang olahraga. Ditunjang dengan perencanaan dan manajemen yang benar dan baik.

E-Sport bisa termasuk olahraga dan pemain profesionalnya disebut atlit itu karena bermain game yang kompetitif sama sama membutuhkan pemikiran masalah strategi dan tentu harus mengerahkan fisik secara keseluruhan. Walaupun memang jika dibandingkan dengan atlit olahraga lain, atlit e-sport terbilang ringan dalam mengerahkan pergerakan fisik.

Namun beberapa anggapan, apapun yang terstruktur, memiliki bisnis, berhadiah dan ada kompetisinya, itu bisa termasuk dalam kategori sport. Karena sport dari Bahasa Perancis Kuno berarti untuk menghibur diri atau untuk menyenangkan diri. Dan itulah yang dijadikan konsep utama dalam olahraga dengan tujuan untuk bermain. Sama halnya dengan e-Sport.

Jika kita melihat arti dari KBBI, olahraga adalah gerak badan untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh. Jelas dengan mengikuti arti tersebut e-Sport bukanlah kategori olahraga. Jika menganggap e-Sport bukan olahraga, maka e-Sport hanya dikategorikan sebagai kompetisi. Dan beberapa penelitian pendukunya e-sport mengandung banyak kecemasan, tingkat depresi dan hubungan social yang kurang.

Terlepas dari perdebatannya, e-Sport bisa dijadikan sebagai hobi yang menghasilkan dan bisa dijadikan sebagai tenaga professional jika terus mendalami dan terus ditekuni. Selain itu juga banyak manfaat dari game itu sendiri. Mulai dari berlatih motoric, mendapat teman baru, mengasah pemikiran mengenai strategi dan bahkan dari game bisa melahirkan banyak uang.

Selain dijadikan sebagai industry kreatif, kita bisa mencontoh PewDiePie. Akun tersebut dikenal melalui youtube. Ia bisa disebut sebagai atlit e-Sport tapi bisa disebut juga sebagai selebritis gamers. Di Indonesia sendiri bisa kita lihat dari game Tahu Bulat yang dibuat oleh Own Games yang berhasil mendapatka lebih dari 5 juta downloader saat booming beberapa waktu kebelakang. Dengan bukti itulah bisa dijadikan sebagai potensi yang ada dari dunia game.

Untuk memulainya, gamers bisa langsung mencari informasi tentang lomba-lomba yang ada dari tingkat kota, provinsi hingga tingkat nasional. Selain akan mengantongi banyak uang, juga akan mendapat pengalaman mental, banyak link dan bisa dijadikan sebagai bekal tingkat Internasional.

Jika dirasa kurang percaya diri dengan hanya bermain sendirian, gamers bisa maju dengan membuat tim terlebih dahulu. Cari teman yang memiliki passion game yang sama dengan kita. Mulai bentuk tim kecil yang bisa berjalan bersamaan dan saling menej satu sama lain. Dalami dan terus tekuni satu game yang disukai, agar tidak merasa terpaksa dan bukan karena tuntutan.

Bahkan jika sudah mampu, lanjutkan untuk membuat game-game sederhana. Game sederhana bisa disesuaikan dengan udget, kemampuan dan dengan pertimbangan lainnya. Setelah berhasil membuat satu game sederhana, jangan puas dan berbangga diri. Terus evaluasi, perbaiki dan tingkatkan game tersebut hingga berkembang semakin baik dan semakin diakui oleh pasar.

Yang paling penting dalam semua ini, jangan menyerah. Iika mengikuti lomba lalu kalah, jangan menyerah dan terus untuk mencoba dan bangkit. Jika game yang kita buat, kurang diterima pasar terus perbaiki dan terus tekuni. Jangan lantas itu dijadikan masalah. Karena point penting disana adalah bagaimana menanggulangi kegagalannya, itu yang paling penting. (C-003/Mila)***