Mengembangkan Bisnis dengan Influencer Marketing

66

AGAR bisnis yang dibangun mencapai keberhasilan, maka sebaiknya kita mengetahui cara yang efektif untuk memulai kegiatan pemasaran (brand) yang akan dipromosikan. Hadirnya media sosial menjadi salah satu peluang bagi untuk memasarkan produk, selain itu media sosial juga menjadi strategi baru dalam dunia pemasaran atau biasa dikenal dengan digital marketing.

Dulu produsen hanya mempromosikan produk lewat media massa, namun perkembangan zaman membuat para produsen harus mengubah strategi marketing agar mampu bersaing dengan brand lainnya. Salah satu cara yang dinilai efektif untuk mempromosikan brand lewat media msosial yaitu melalui influencer marketing.

Influencer yaitu orang atau akun di media sosial dengan jumlah pengikut dan pengaruh yang signifikan atau  influencer marketing ini yaitu menunjuk orang-orang yang dirasa berpengaruh diantara masyarakat yang bisa menjadi sasaran promosi. Influencer ini diantaranya seperti, selebgram, key opinion leader, buzzer, youtuber, vlogger, dan masih banyak lagi.

Cara ini banyak digunakan sekarang, bisa kita lihat para artis dan selebgram di akun instagram mereka berperan sebagai pembeli atau pengguna suatu brand yang mampu merepresentasikan hal-hal positif yang dimiliki brand.

Orang yang ditunjuk sebagai influencer dipilih berdasarkan keahlian, popularitas, maupun reputasinya. Menggunakan metode influencer marketing, sang influencer bertugas mempengaruhi keputusan lingkungan terdekatnya (teman, keluarga, dan pengikut di media sosial) untuk mengenal sebuah brand yang dipromosikan lewat postingan di akun media sosial pribadi yang kemudian konsumen tertarik untuk membelinya.

Terdapat empat lapisan masyarakat dalam influencer marketing, diantaranya: the social couch potatoes merupakan orang yang memiliki sosial media namun tidak menggunakannya secara maksimal, mereka tidak pernah membagikan sesuatu di akun mereka dan mereka pun tidak pernah berinteraksi dengan pengguna lain. 

The social engine yaitu orang biasa yang menggunakan sosial media dengan sangat baik, mereka membagikan sesuatu pada akun sosial media mereka dan mereka juga berinteraksi dengan pengguna lain. Orang – orang pada lapisan ini memiliki pengaruh yang cukup tinggi dan dipercaya.

Welebrities adalah mereka yang memang menggunakan sosial media sebagai salah satu atau sumber utama pencaharian mereka, kalangan ini biasanya merupakan foodblogger, fashionblogger, pada intinya adalah mereka yang membuat konten dan mempublikasikannya pada sosial media atau sebuah situs. Tingkat kepercayaannya cukup tinggi, namun tidak setinggi the social engine.

Terakhir yaitu selebritis, ini mencakup artis – artis yang memang sudah dikenal masyarakat luas, kesan yang dihasilkan akan sangat tinggi namun tidak berbanding dengan kepercayaan. Karena masyarakat akan tahu bahwa selebriti bersangkutan dibayar dengan harga yang mahal untuk mempromosikan sebuah produk. Gaya hidup, strata sosial dan perilaku selebriti tidak sepenuhnya berhubungan dengan kebanyakan masyarakat pada umumnya.

Di era digital marketing, calon konsumen akan lebih mempercayai kata-kata, kalimat maupun melihat suatu brand yang dikenakan oleh orang yang dikenal. Menurut hasil riset efektivitas influencer marketing diantaranya yaitu iklan di Amerika Serikat yang dibintangi oleh selebriti terkenal hanya sebesar 25% berpengaruh terhadap penjualan, sementara 95% konsumen lebih mempercayai apa yang diucapkan oleh teman atau saudara dibanding iklan di media massa.

Data yang dilansir dari onalytica.com menyatakan bahwa 25% konsumen menentukan pilihan suatu barang atau jasa karena dipengaruhi bintang iklannya atau selebriti dan 92% konsumen lainnya membeli produk berdasarkan review dari orang-orang yang mereka percaya seperti blogger, teman, saudara dibandingkan iklan konvensional. Untuk itu sebuah brand memerlukan influencer marketing dalam strategi pemasarannya.

Dalam elemen marketing, menggunakan influencer diharapkan menciptakan pemasaran word of mouth (WOM). WOM itu adalah elemen paling powerful dalam mempromosikan produk sekaligus merekomendasikannya ke orang lain sehingga dipercaya pemasaran bisa lebih efektif dan efesien dibanding dengan iklan konvensional.

Metode marketing ini lebih mudah menjangkau konsumen yang ditargetkan sehingga brand positioning bisa fokus. Selain itu influencer marketing ini bisa meningkatkan brand awareness dengan cepat dan mudah, meningkatkan arus traffic ke situs brand yang dipasarkan, meningkatkan kredibilitas brand, lebih menghemat anggaran dan biaya jika dibandingkan dengan metode marketing konvensional, kemudian influencer marketing cenderung mudah pada segi maintenance namun hasil yang didapat tetap maksimal.

Endorse merupakan salah satu bentuk dari influencer marketing. Menurut riset media sosial yang sering digunakan influencer, instagram 98.8%, youtube 41.0% , blog 28.9%, twitter 26.5%, facebook 19.3%.

Yang dijadikan pertimbangan utama ketika memilih influencer diantaranya engagement rate, karakteristik atau gaya hidup influencer, jumlah followers atau subscribers, dan kualitas konten.

Urutan tipe influencer yang paling sering digunakan diantaranya, selebriti internet yaitu orang yang populer di dunia maya namun tidak terlalu di dunia nyata, artis atau selebriti yaitu orang terkenal, micro influencer yaitu akun dengan followers lebih dari 5rb.

“Influencer marketing merupakan salah satu instrumen penting dalam melakukan brand campaign, karena sifatnya yang soft selling dan persuasif serta mempengaruhi audiens dengan cara yang halus. Influencer marketing bisa menjadi lebih efektif dibandingkan iklan atau paid ads yang bersifat hard selling. Namun tantangannya adalah bagaimana memilih influencer yang tepat sesuai dengan brand personality yang diwakili dan memiliki kredibilitas serta kemampuan mempengaruhi sedemikian rupa sehingga dapat mempengaruhi followers-nya,” kata Hera Laxmi.

Bisa disimpulkan bahwa influencer marketing umumnya digunakan untuk meningkatkan awareness, instagram merupakan media yang paling populer digunakan untuk influencer marketing, seleb internet merupakan tipe influencer yang paling sering digunakan, 83% marketer beranggapan bahwa influencer marketing efektif dalam mencapai tujuan pemasaran. (C-003/Lina/bbs)***