Peluang Industri Kreatif Pada Era Digital

137

INDUSTRI kreatif merupakan sektor ekonomi yang sangat berperan dalam membantu meningkatkan ekonomi. Perkembangan teknologi informasi mempermudah kita untuk melihat peluang dalam mengembangkan bisnis.

Dilansir dari bekraf.go.id Presiden Joko Widodo mengatakan “Bahwa nantinya Industri kreatif harus jadi tulang punggung Indonesia.” Itu merupakan visi yang dibangun oleh Presiden Indonesia di tahun 2015 yang kemudian berkembang menjadi visi-misi yang dilakukan oleh Bekraf.

Selama ini perkembangan ekonomi kreatif berkembang dengan pesat. Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi peningkatan besaran PDB Ekonomi Kreatif di tahun 2014 sebesar Rp 784, 82 Triliun menjadi Rp 852, 24 Triliun dengan kontribusi sebesar 7,38% terhadap PDB nasional di tahun 2015. Angka pertumbuhan tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 12% di tahun 2019. Disisi lain, sektor digital juga menunjukkan perubahan signifikan dimana pengguna internet telah mencapai 51,8% dari total penduduk Indonesia.

Dilansir dari berbagai sumber, terdapat empat faktor yang menunjang industri kreatif di era digital diantaranya:

  1. Tumbuhnya pengguna layanan data

We Are Social, sebuah lembaga riset dan marketing berbasis di Singapura, dalam publikasi hasil riset tentang pengguna internet di Asia Tenggara bulan November 2015 lalu menyebutkan data pengguna yang lebih besar lagi. Menurut lembaga riset ini, total pengguna ponsel di Indonesia mencapai 125 persen atau ekuivalen dengan 318,5 juta nomor dari total populasi penduduk Indonesia yang mencapai 255,5 juta orang.

  1. Maraknya pengguna sosial media

Total jumlah pengguna internet menurut We Are Social di Indonesia per November 2015 mencapai 88,1 juta orang. Angka ini merepresentasikan 34 persen dari total penduduk. Hasil riset We Are Social juga menyebutkan, total pengguna aneka platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan Path di Indonesia mencapai 79 juta orang atau 31 persen dari total populasi penduduk.

Tak terbantahkan, pertumbuhan pengguna platform social media membuat banyak orang terpantik ide kreatifnya untuk mencari sumber penghasilan. Mereka ikut terjun memasarkan aneka produk kreatif dengan memanfaatkan jejaring pertemanan yang mereka miliki. Indikator sederhananya, adalah banyaknya produk industri kreatif hadir ditawarkan di halaman beranda akun media sosial. Beragam produk, mulai dari fashion & apparel, aksesoris, sampai makanan dalam kemasan, bahkan bibit tanaman dan binatang piaraan (pet) ditawarkan di sana. Hal serupa juga dengan mudah kita temukan di platform mobile social seperti BlackBerry Messenger atau Whatsapp.

  1. Hadirnya Ragam Marketplace

Hadirnya beragam portal marketplace sejak beberapa tahun terakhir ikut menopang pertumbuhan industri kreatif di Indonesia. Platform marketplace seperti Bukalapak.com, Tokopedia, OLX dan Elevenia mampu memberikan lahan baru bagi para pelaku industri kreatif untuk menghubungkan mereka dengan pelanggan, serta menjangkau pelanggan dengan spektrum yang lebih luas lagi. Tidak hanya di dalam negeri, tapi juga mancanegara.

Selain menyediakan akses pasar yang lebih luas dan membantu membangun networking, hadirnya situs marketplace juga berkontribusi mengedukasi pelaku dan pemasar produk industri kreatif tentang metode dan strategi pemasaran produk. Termasuk juga, edukasi tentang pentingnya menjaga konsistensi kualitas produk, manajemen pengiriman barang pesanan pelanggan secara tepat waktu, menindaklanjuti komplain yang masuk, dan sebagainya.

  1. Dukungan kuat industri jasa kiriman

Peran industri jasa pengiriman dan logistik sangat besar dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif di Tanah Air. Merekalah yang menghubungkan pelaku industri kreatif (penjual) dengan pelanggan, hingga pelosok kecamatan di Nusantara.

Tanpa peran industri jasa pengiriman, produk yang dipasarkan industri kreatif, baik yang mereka pasarkan secara mandiri maupun melalui marketplace, tak akan sampai ke konsumen. Nyatanya, bisnis layanan kiriman tidak hanya menyasar segmen pelaku dan pemasar produk kreatif berskala rumahan dan menengah (UKM). Tapi juga segmen korporat, termasuk klien-klien besar seperti perusahaan marketplace yang jenis barang kirimannya sangat beragam, mulai dari produk fashion, aksesoris, produk kesehatan dan kecantikan, sampai ke aneka kerajinan, minat dan hobi, dan lain-lain.

Banyak Peluang Bisa Digarap

Meski kini banyak pemain yang terjun di industri kreatif, pasar industri kreatif belum jenuh. Pasar masih bisa terus bertumbuh seiring dengan tren masyarakat Indonesia yang semakin digitalized. Karena, industri kreatif dan industri terkait dengan dunia digital di Indonesia saat ini sudah semakin matang dengan pelaku yang terlibat di dalam industri ini yang semakin membesar. Hal itu ditunjang oleh terus tumbuhnya aplikasi mobile berbasis smartphone.

Kun Arief Cahyantoro, pengamat e-commerce asal Institut Teknologi Bandung (ITB) memprediksi, pertumbuhan aplikasi mobile diperkirakan bisa mencapai 45 persen. Aktivitas digital yang akan terus tumbuh inilah yang saat ini dan ke depannya akan berdampak langsung pada perkembangan industri kreatif dan ekonomi digital di Indonesia makin menggelora.

Inilah yang akan secara sangat signifikan menjadi energi pendorong kuat bagi terus bertumbuhnya industri e-commerce di Indonesia. Pada gilirannya, juga akan ikut menggenjot bisnis jasa antaran ekspres dan logistik. Pada akhirnya, pertumbuhan industri kreatif dan dunia digital di Indonesia harus semaksimal mungkin ditangkap oleh siapa saja yang merasa memiliki tanggung jawab memajukan negeri ini demi memberikan kesejahteraan sebesar-besar kepada anak bangsa. (C-003/Lina)***