Pentingnya Daftar HKI Bagi Para Pelaku Industri Kreatif

70
MATERI KULIAH UNTUK PROGRAM MAGISTER KENOTARIATAN DAN ILMU HUKUM UNDIP. LEO TUKAN. 15/10/2017.

MASIH ingat dengan karya seni milik Indonesia yang dicuri negara tetangga.itu adalah salah satu contoh  saat kita tak mendaftarkan kepemilikan dari hasil karya kita. Pada industri kreatif merupakan hal yang penting untuk mendaftarkan produk-produknya.

Saat kita tidak peduli pada hasil karya kita sendiri khususnya produk-produk yang memiliki nilai tradisional akhirnya banyak yang “dicuri” oleh pihak luar. Oleh karena itu kita harus memberi perlindungan dengan terhadap produk yang kita miliki.

Negara kita merupakan dengan negara yang memiliki budaya yang sangat tinggi dibandingkan dengan negara lain. Sehingga tidak kita sadari bahwa produk yang dihasilkan UKM-UKM di Indonsia banyak yang bernilai ekonomi tinggi dan memiliki ciri khas tersendiri.

HKI memberi perlindungan terhadap produk yang kita miliki jika sudah didaftarkan. Apabila ada pihak lain yang ingin memproduksi barang yang sama dengan produk kita berkewajiban mendapatkan lisensi terlebih dahulu dan membayar royalty atas penggunaan produk yang sama tersebut.

Tindakan penggunaan produk yang sama atas suatu produk yang telah mendapatkan perlindungan dari HKI tanpa ijin dari Pemegang Hak merupakan suatu pelanggaran dan pembajakan. Hal itu bisa berakhir di meja hijau dan berakibat hukum yang fatal.

Badan Ekonomi Kreatif (Beraf) sendiri menargetkan 10 ribu pelaku industri kreatif daftar HKI. “Kami target 10 ribu developer punya HKI hingga tahun depan,” kata Ricky selaku Wakil Kepala Bekraf pada acara Bekraf Developer Day (BDD) di Surabaya.

Bukan tanpa alasan, Ricky mengatakan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 83% dari 16,7 juta pelaku industri kreatif di Indonesia tidak memiliki paten berupa HKI. Dia menilai, ruwetnya birokrasi dan biaya yang tinggi menjadi penyebanya.

Apakah HKI itu?

Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah hak yang timbul dari hasil kemampuan intelektual manusia dan merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada seseorang atau kelompok orang, merupakan perlindungan atas penemuan, ciptaan di bidang seni dan sastra, ilmu, teknologi dan pemakaian simbol atau lambang dagang.

Apa Saja Manfaatnya?

  1. Memberi kejelasan hukum mengenai hubungan antara kekayaan dengan inventor, pencipta, desainer, pemilik, pemakai, perantara yang menggunakannya, wilayah kerja pemanfaatannya dan yang menerima akibat pemanfaatan HKI untuk jangka waktu tertentu.
  2. Memberikan penghargaan atas suatu keberhasilan dari usaha atau upaya menciptakan suatu karya intelektual.
  3. Mempromosikan publikasi invensi atau ciptaan dalam bentuk dokumen HKI yang terbuka bagi masyarakat.
  4. Merangsang terciptaya upaya alih informasi melalui kekayaan intelektual serta alih teknologi melalui paten.
  5. Memberikan perlindungan terhadap kemungkinan ditiru karena adanya jaminan dari negara bahwa pelaksanaan karya intelektual hanya diberikan kepada yang berhak.
  6. Dapat mengetahui informasi dan melihat perkembangan sebagian besar pengetahuan dan teknologi terbaru.
  7. Perlindungan pada karya intelektual terhadap penggunaan tidak sah oleh pihak ketiga.

Kita bisa mendaftar HKI melaui tiga cara. Pertama melalui Direktorat Jenderal Hak Kekayaan  Inteleketual. Kedua melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I di seluruh Indonesai. Terakhir melalui Kuasa Hukum Konsultan HKI yang sudah terdaftar. (C-003/Isti)***