Saatnya UKM Manfaatkan Marketplace

65

BERKAITAN dengan kemajuan teknologi, tidak heran jika terlihat beberapa toko, swalayan dan mall terlihat lebih sepi dan lengang. Era modern yang kini dimanjakan dengan kemajuannya, membuat orang semakin terbuai oleh kemudahannya tak terkecuali bertransaksi. Mulai dari transaksi barang begitu pun dengan jasa.

Marketplace itu sendiri kita pahami sebagai tempat transaksi secara online atau sederhananya adalah pasar di internet.Era digital kini mengharuskan para Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mulai melek teknologi dan ikut memanfaatkannya.

Salah satunya adalah keberadaan marketplace, satu tempat baru yang bisa digunakan sebagai tempat bertransaksi hemat. Mengaa hemat? Karena jika UKM memanfaatkan marketplace ini berarti dia sudah mengurangi modal sewa tempat.

Marketplace adalah tempat transaksi serba digital, wadah bagi mereka yang melakukan bisnis online. Perlu dipahami bahwa marketplace ini memiliki tiga system, yaitu B2B (business to business), B2C (business to customer), dan C2C (customer to customer). Biasanya masing-masing marketplace memiliki satu system diatara ketiganya.

System B2B (business to business) adalah transaksi meliputi barang dan jasa yang dilakukan oleh perusahaan dengan perusahaan. Sederhananya seperti produsen dengan pedagang tradisional. Biasanya transaksi ini membutuhkan data dan email untuk melakukan interaksi seperti konsultasi, seputar informasi, permintaan dan lainnya.

Di Indonesia, system B2B ini yang pertama dikenal adalah Bizzy. Bizzy lebih kepada membantu pencarian perusahaan bagian suplaier dan barang yang tersedia di Bizzy berupa peralatan dapur, ATK, Elektronik dan lainnya.Selanjutnya ada marketplace yang menggunakan system B2C (business to consumer). System ini terjadi antara perusahaan dengan konsumen akhir (pengguna). System ini biasanya digunakan oleh pedagang ritel dan langsung berhadapan dengan calon pembeli (pengguna).

System ini di Indonesia banyak dinikmati, selain lebih mudah juga lebih fleksibel. Termasuk perkembangannya, di Indonesia sangat pesat. Terbukti dengan menjamurnya website yang resmi dari setiap brand yang ada. Yang sudah tidak asing lagi contohnya adalah tiket.com.Berbeda dengan system C2C (consumer to consumer) yang artinya transaksi terjadi antara konsumen. System ini biasanya dibantu oleh platform yang tersambung ke internet sebagai perantara keduanya.

System inilah yang mudah kita pahami dan mudah dijalankan oleh para pemilik UKM.. contoh platform yang menjadi perantara transaksinya adalah tokopedia, bukalapak, OLX dan masih banyak lagi. Untuk bisa bertransaksi secara aman, maka pengguna biasanya akan diminta untuk verifikasi data terlebih dahulu.

System yang kurang familiar di beberapa kalangan adalah C2B (consumer to business) yaitu system transaksi dari konsumen ke perusahaan. Jadi yang membuat perantaranya adalah dia yang sebagai konsumen, menyediakan barang dan jasa yang mungkin dibutuhkan leh beberapa perusahaan. Di Indonesia, website yang sudah terkenal dengan system C2B adalah istockphoto.com. Mereka menyediakan banyak jenis logo pilihan untuk calon perusahaan yang berminat membeli dan menggunakannya.

Dengan beberapa pengertian system marketplace, para pemilik UKM bisa memilih marketplace jenis sistem mana yang cocok dengan usahanya. Dan untuk pembisnis pemula pun bisa menghemat biaya dengan memanfaatkan marketplace system C2C.

Perlu diketahui juga bahwa marketplace dan toko online itu berbeda. Toko online adalah transaksi yang terjadi melalui media social dan perantara komunikasi. Di toko online, pembeli dan penjual masih bisa melakukan negosiasi harga secara langsung tanpa ada tambahan atau pemotongan dari yang lainnya. Dan perpindahan uang biasanya tanpa perantara lagi. Contoh toko online biasanya sering kita temui di Facebook, Instagram, whatsapp, line, BBM dan lainnya. Sederhananya, di dalam marketplace terdiri dari banyak toko online.

Keuntungan lain dari marketplace selain hadir sebagai fasilitas transaksi tidak berbayar, biasanya ada marketplace yang membantu dalam jasa promosi. Biaya promosi dikenakan terpisah dan berjangka, mulai dari momentum, mingguan, bulanan hingga jangka Panjang.

Jika anda pemilik UKM yang baru memiliki produk saja, dengan mudah anda daftarkan data produk dan data diri di salah satu marketplace terpercaya. Marketplace sangat tepat karena tidak perlu membuat media social baru, web, blog atau yang lainnya. Anda cukup pasarkan produk di marketplace, karena nanti pembeli yang akan mencari apa yang dia butuhkan di marketplace.

Satu hal yang menjadi catatan, sebelum anda mendaftarkan produk anda ke salah satu marketplace. Pelajari dengan detail dan pahami dengan baik fitur yang ditawarkan oleh setiap marketplace. Dengan cara seperti itu para pemilik UKM akan mendapatkan pilihan marketplace yang terbaik dan akan dengan mudah melakukan transaksi kedepannya. (C-003/Mila)***