Kini Gelang Jemaah Haji Dilengkapi Kode QR

122

MULAI musim haji 2018 kementerian agama meluncurkan gelang jemaah haji yang dilengkapi dengan kode QR yang bisa dibaca langsung dengan aplikasi Haji Pintar.

“Ada tambahan QR Code pada gelang jemaah haji yang berisikan data jemaah sehingga memudahkan identifikasi jemaah dengan menggunakan aplikasi QR dan barcode scanner,” kata Nizar Ali.

Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler, Nasrullah Jasam mengatakan, kode QR pada gelang jemaah dimaksudkan agar mempermudah petugas dalam mengidentifikasi jemaah haji. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, petugas haji mengidentifikasi jemaah haji yang tersesat dengan menginput nomor porsi, maka tahun ini cukup dengan memindai (scan) Kode QR yang terdapat dalam gelang jamaah.

“Ketika menginput nomor porsi jamaah, muncul data hotelnya di mana, kamar berapa, kloter berapa. Akan tetapi karena proses penginputan data dilakukan secara manual, seringkali data yang diperoleh tidak sesuai. Dengan menggunakan kode QR, kemungkinan tingkat kesalahan data akan lebih kecil,” ujar Nasrullah.

Gelang jamaah haji diproduksi pelaku sektor industri kecil menengah di Desa Bakalan, Kalinyamatan, Jepara. Namun demikian, pemotongan lembaran bajanya menjadi batangan gelang dilakukan di salah satu pabrik pengolahan logam di Kudus.

Dikutip dari republika.co.id, pengerjaan gelang haji memang tidak dikerjakan oleh perusahaan besar. Tujuannya untuk membantu menghidupkan sektor industri kecil menengah. Saat ini sudah lebih dari 40 persen gelang yang selesai.

Gelang jamaah haji ini terbuat dari baja putih yang bisa disebut monel atau stainless steel. Ketebalan monel 1,2 mm BA Type 304 2B dengan unsur kimia carbon, mangan, silikon, chrom, phospor, sulfur. Gelang haji memiliki dimensi panjang 214,47 hingga 216,47 mm, lebar 10 hingga 12 mm, tebal 1,2 mm, dan berat 26 gram. Gelang didesain tahan api.

Setelah batangan gelang selesai diproduksi, gelang setengah jadi ini dikirim ke embarkasi untuk proses pembuatan grafir nama, nomor kloter, dan nomor paspor. Pemberian identitas jamaah dilakukan di embarkasi masing-masing sesuai ketentuan berdasarkan pramanifest pemberangkatan.

Bagian dalam gelang, tercetak grafir Kementerian Agama beserta logo dan keterangan tahun. Sedang bagian luarnya, memuat informasi identitas jamaah berupa embarkasi haji dan tahun keberangkatan, nomor kloter, nomor paspor, tulisan Al-Hajj Al-Indonesia (dalam huruf Arab), bendera merah putih, QR code, dan nama jamaah haji.

Gelang yang siap pakai dikemas dalam kantong plastik dan diberi label identitas lengkap jamaah mulai dari nama, kode embarkasi, nomor paspor, dan nomor kloter. Kemasan itu diklip menggunakan head machine. “Gelang siap pakai diserahkan kepada petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi di setiap Asrama Haji sesuai dengan kloternya pada saat jamaah akan berangkat ke Bandara,” ujarnya.

Gelang haji juga dilengkapi pengait dengan tiga lobang ukuran. Juga ada karet pengunci agar pengait gelang tidak mudah lepas. Warna tiap embarkasi juga dibuat berbeda dengan rincian sebagai berikut:

  1. Embarkasi Aceh (BTJ): hijau daun
  2. Embarkasi  Medan (MES): hijau tua
  3. Embarkasi Padang (PDG): merah marun
  4. Embarkasi Batam (BTH): merah cabe (khusus jamaah asal Jambi, warna gelangnya hijau toska)
  5. Embarkasi Palembang (PLM): orange
  6. Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG): biru
  7. Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS): biru
  8. Embarkasi Surakarta (SOC): kuning
  9. Embarkasi Surabaya (SUB): coklat
  10. Embarkasi Mataram (LOP): biru telur asin
  11. Embarkasi Banjarmasin (BDJ): biru muda
  12. Embarkasi Balikpapan (BPN): merah muda
  13. Embarkasi Ujung Pandang (UPG): ungu
  14. Embarkasi Palangkaraya (BPN): merah pink

Nasrullah menjelaskan, jumlah gelang haji yang diproduksi sesuai dengan kuota jamaah, di tambah petugas. “Rinciannya 204.000 jamaah dan 2.525 petugas kloter. Pembuatannya mengacu pada jumlah kuota jamaah haji tiap embarkasi,” jelas Nasrullah. (C-003/Lina/bbs)***