Etika Menyalip Kendaraan

62

ETIKA berkendara sangat penting dilakukan, terlebih jika ingin menyalip atau mendahului kendaraan lain. Tak hanya karena alasan sopan-santun, tetapi juga untuk menghindari kecelakaan.

Dikutip dari Astraworld, pengendara harus memastikan kondisi jalan sudah kondusif ( aman) untuk mendahului mobil di depan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat hendak mendahului :

  1. Pastikan Anda berada di jalur kanan saat mendahului.

Jalur kanan harus dalam keadaan lengang dan aman. Hindari menyalip melalui lajur kiri karena pada lajur kiri kadang terdapat pejalan kaki, pedagang atau kendaraan lain yang berhenti.

  1. Perhatikan lampu sign kanan mobil yang hendak kita dahului.

Bila lampu sign-nya juga berkedap-kedip, tunda dulu niat mendahului. Bisa jadi sign itu tanda bahwa ada kendaraan dari arah berlawanan atau mobil di depan hendak membelok ke kanan atau bahkan menyalip kendaraan di depannya.

  1. Jangan lupa lihat spion

Tengok spion untuk melihat kondisi di belakang dan sisi kanan mobil kita.

  1. Gunakan gigi percepatan yang sesuai dengan kecepatan mobil agar bisa mengukur tenaga mesin.

Berhati-hatilah jika ada kendaraan lain di belakang yang mengikuti anda untuk mendahului mobil. Atur jarak dan jangan buru-buru menurunkan kecepatan karena kendaraan yang ikut mendahului butuh ruang untuk masuk lajur kiri.

  1. Jangan membunyikan klakson atau menyalakan lampu jauh secara berlebihan

Jika Anda membunyikan klakson dan menyalakan lampu jauh secara terus menerus, ini dapat memancing emosi pengendara di depannya.

  1. Jangan menyalip kendaraan lain saat jalan menikung, melintasi jembatan, saat jarak pandang terbatas karena kabut, dan saat di jalan yang menanjak ataupun menurun yang cukup terjal
  2. Punya toleransi yang tinggi

Bila ada kendaraan lain yang minta diberi kesempatan untuk mendahului, berilah mereka kesempatan untuk menyalip, apalagi bila kendaraan yang menyalip adalah kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas atau ambulans dan kendaraan yang memberi pertolongan pada kecelakaan lalu lintas, kendaraan kepala negara atau pemerintah asing yang menjadi tamu negara, atau kendaraan iring-iringan pengantar jenazah. (E-002/BBS)***