Mengenal Istilah “Cornering”

28

SAAT melewati jalan tikungan dengan sepeda motor, kita melewatinya dengan melakukan teknik corneing. Bicara soal cornering, banyak orang yang berdebat soal tekniknya yang benar.

Ada yang bilang saat melakukan cornering,  badan kita harus membuang ke arah yang berlawanan dengan pergerakan sepeda motor. Di lain sisi, ada juga yang mengatakan kalau badan kita juga harus ikut direbahkan saat melakukan cornering.

Sebenarnya, dua cara tersebut tidaklah salah. Hanya saja, sebelum melakukan cornering, kita harus memperhatikan beberapa hal seperti kecepatan, serta kondisi permukaan jalan dan lalu lintas yang sedang kita lewati.

Jika kita melakukan cornering pada kecepatan di bawah 40 km/jam, maka kita perlu membuang badan ke arah yang berlawanan dengan pergerakan. Seandainya kita merebahkan badan saat cornering dalam kecepatan seperti ini,  resikonya kehilangan keseimbangan hingga kemungkinan bisa terjatuh .

Pada kecepatan 40 km/jam ke atas, posisi badan saat cornering tergantung dengan kondisi permukaan jalan dan lalu lintas. Seandainya kondisi jalannya mulus dan lalu lintasnya lancar, maka kita bisa merebahkan badan saat melakukan cornering.

Kenapa kita perlu merebahkan badan saat melakukan cornering dalam kecepatan tinggi di kondisi lalu lintas yang tidak ramai? Itu dilakukan dengan tujuan untuk mengejar aerodinamika, sehingga kita bisa membelah angin dengan lebih baik, dan lebih mudah dalam berakselerasi. (E-002)***