Ramadan Lalu United We Are di Subang

59

BILA kita simak momen buka puasa bersama bukan sekedar silaturahmi dan temu kangen dengan teman atau sahabat , namun lebih pada momen untuk menyambung tali silaturahmi dengan keluarga besar . Seiring dengan bulan Ramadan beberapa lalu, Hellprint kerja bareng Super Music ID menyelenggarakan satu acara bertajuk “United We Are” yang digelar di 3 kota. Di awali di Subang bertempat gedung serbaguna Mulia pada Sabtu 2 Juni 2018,  kemudian berlanjut Ciamis  dan terakhir di Cirebon. 

Menurut Hellprint Official, Danny Kajul event United We Are merupakan kelanjutan dari Hellprint United Day VI yang untuk selanjutnya akan  jadi musik festival, kalau dulu kan lebih identik dengan musik underground dan metal, serta kesininya, kita mulai beda terlihat dari Hellprint yang mulai masuk Fourtwenty, Cherrybomshel, The Sigit dan Cupumanik. Sementara event di Subang, Kajul menambahkan , mereka membawa Star and Rabbit band dari Yogya, terus ada Scimiaska, Stand Here Alone dan Slap It Out . Event ini memanfaatkan momentum Ramadan dan  baktisosial  ke panti asuhan dan pesantren terdekat di Kota Subang. Sementara konsep unpluged  menyesuaikan dengan momentum Ramadan lebih santai dan intimate, jadi ga ada batasan antara si artis dengan fansnya, mereka bisa ngobrol-ngobrol sambil photo bareng .

Sementara itu Brand Promotion Coordinator Dso Subang, Djundjun Eko menyebutkan bahwa eventnya  merupakan ajang silaturahmi, serta ajang bounding terhadap komunitas, khususnya yang sudah terbentuk di Subang. Eko menambahkan untuk proses pembinaan musisi di Subang, sudah berjalan menggunakan konsep , antara lain latihan bareng . Seluruh musisi Subang tumplek u dengan berbagai macam genre music, sehingga mereka sudah terbiasa dan terlatih ketika mereka ditampilkan di ajang-ajang yang besar seperti United We Are .

Penampilan Stand Here Alone, Fourtwnty, Slap It Out, Scimmiaska, dan Stars and Rabbit memperjelas kalau event kali ini diwakili oleh band-band dari berbagai genre di tiga kota.
Ribuan fans yang beragam itu tampak larut dalam berbagai sajian musik dengan kemasan yang jelas beda genre sejak siang hingga sore menjelang buka puasa. ( E-009) ***