Belanja Online 50 Juta Orang Indonesia Mulai Terbiasa

75

BISNIS BANDUNG – Berdasar pengamatan dan fakta di lapangan tren bisnis online terus meningkat , terdorong pengaruhi pengguna internet di Indonesia yang mencapai 143.26 juta pengguna. Masyarakat mulai terbiasa dengan transaksi melalui online . Mulai dari pemesanan tiket , pemesanan transportasi , pemesanan makanan , bahkan untuk kemudahan untuk membeli produk-produk yang sulit diperoleh secara off line .

Menurut Tri Raharja , Pengamat Brand dan Bisnis, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan bisnis online. Pertama, makin banyaknya pengguna smart phone di Indonesia. Kedua, kemudahan akses internet yang terus meningkat , bahkan hingga pelosok negeri. “Dengan lebih dari 143 juta pengguna internet, saat ini tren memasarkan produk melalui online menjadi tantangan baru bagi para pelaku bisnis di Indonesia untuk menciptakan peluang dalam mengembangkan bisnisnya,” ungkap Tri  kepada BB di Bandung.

Tri Raharjo yang juga Founder dan Chaiman, TRAS N CO Indonesia ini menyebutkan, hampir seluruh sektor usaha saat ini memanfaatkan internet sebagai sarana pemasaran produk atau jasanya. Berdasarkan pengamatan di lapangan banyak sektor sudah memanfaatkan pemasaran secara online sebagai sarana penjualan produknya, antara lain pemesanan hotel, pemesanan tiket pesawat, pembelian gadget, pembelian makanan dan minuman, produk kecantikan dan lain-lain.

Menurutnya,  keberadaan bisnis online harus disikapi positif oleh pelaku bisnis offline, bahkan bisa menjadi sebuah peluang buat pelaku bisnis offline. Pelaku bisnis offline sudah saatnya memadukan bisnis offline ke ranah bisnis online, untuk menjaring jumlah pelanggan yang lebih luas dari berbagai daerah bahkan pasar global. “Dampak dari bisnis online dipastikan ada ,walau tidak signifikan. Sudah saatnya pelaku bisnis memadukan strategi bisnisnya, baik secara offline maupun online. Jangan dianggap online sebagai ancaman, namun  harus dianggap sebagai peluang,” ujar Ari.

Merujuk data Bappenas, Ari menyebutkan, sekitar  50 Juta orang Indonesia sudah terbiasa berbelanja online. Jumlah ini , tentu market yang sangat besar, bagi pelaku bisnis untuk menggarapnya dengan cermat. Pelaku bisnis harus fleksibel terhadap perubahan digitalisasi pasar dan harus adaptif terhadap perubahan jaman , selain membuat strategi baru dalam menghadapi perubahan market. Dengan mensinergikan pemasaran konvensional (offline) dan pemasaran digital (online), kedua pemasaran itu akan mampu memberikan keuntungan .

“Bagi produsen, hal ini menjadi channel pola pemasaran  yang  mempermudah mempertemukan dengan konsumen , di samping mempermudah transaksi,” tambah Ari. (E-018) ***