Konten Interaktif, Kunci Keberhasilan Pemasaran Bisnis

18

DALAM bisnis selalu ada yang namanya cerita. Namun, bagaimana caranya agar cerita itu mampu menyampaikan konten dengan cara yang tepat sasaran, karena saat ini bisnis global semakin hari semakin kompetitif. Maka sefantastis apapun cerita atau pesan yang ingin disampaikan apabila tidak tepat akan percuma.

Bisnis menggunakan strategi pemasaran konten (content marketing) untuk menjangkau pelanggan, sudah banyak digunakan beberapa tahun belakangan. Akan tetapi. Karena saat ini persaingan yang sengit, ada hal yang harus ditingkatkan dalam menciptakan dan menyebarkan konten.

Apa itu Pemasaran Konten Interaktif (Interactive Content Marketing)?

Pemasaran konten interaktif merupakan model dari pemasaran konten di mana audiens dapat menyelami, mengalami prosesnya dan dapat belajar sesuatu yang baru tanpa harus merasa menjadi target pemasaran. Dalam membuat konten seperti ini bisa dilakukan dengan cara membuat konten yang berisi jajak pendapat (polling) atau grafis yang interaktif.

Mengapa Otak Manusia Lebih Merespon Konten yang Interaktif?

Konten interaktif mendorong seseorang untuk melakukan gerakan motorik ketika merespon informasi sehingga memperkuat koneksi antara neuron di otak seseorang. Ini juga membuat seseorang memutuskan pilihan, mengaktifkan berbagai area yang lebih besar di otak yang berhubungan dengan pemrosesan emosional, perencanaan motorik, pemrosesan sensorik, hingga pemikiran koginitif.

3 Cara Membuat Konten Interaktif Agar Meraih Perhatian Banyak Audiens

Tujuan utama dari setiap produser konten adalah untuk mendapatkan perhatian dan meningkatkan engagement atau keterlibatan audiens. Berikut ini 3 cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat konten interaktif.

  1. Menawarkan umpan balik

Buatlah konten yang memungkinkan pembaca atau audiens untuk mengungkapkan sesuatu, seperti membuat polling atau jajak pendapat. Biarkan mereka melihat berapa banyak suara yang diterima setelah mereka mengikuti polling yang kamu buat. Hal ini membuat audiens merasa punya kontrol dan pilihan. Mereka juga merasa pendapat mereka ikut dilibatkan dan direspon.

  1. Personalisasi

Semakin konten itu terasa personal maka akan semakin interaktif. Otak manusia lebih mudah memvisualisasikan sistuasi yang biasa mereka hadapi, bukannya membayangkan sesuatu atau konteks yang jauh dari hidupnya. Dalam konteks bercerita, cerita yang sukses adalah yang bisa membuat pembaca merasa terkoneksi atau yang membuat mereka merasa bahwa cerita itu adalah bagian dari hidup mereka juga.

  1. Hadirkan Hal-Hal Baru, yang Aneh dan yang Tidak Terduga

Salah satu fitur bagaimana otak beroperasi adalah secara konstan membangun ekspektasi mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya. Jika konten yang kamu buat tidak menawarkan kesegaran dan mudah ditebak, akan kecil kemungkinannya untuk bisa membuat audiens terlibat. Buatlah konten yang tak terduga, itu akan menghasilkan aktivasi otak yang lebih besar, sehingga lebih mudah diingat dan meningkatkan engagement. (C-003/Pikri)***