Pohon Menyan Besar Menjadi Ikon Cimenyan Sebagai Sentra “Peuyeum”

52

BERBICARA historis tentang  Cimenyan  Kabupaten Bandung, keberadaannya tidak terlepas dari pohon Menyan yang ada di daerah ini. Konon sebelum secara administrasi , Cimenyan menjadi nama Desa, diwilayah ini (Cimenyan) dahulu kala merupakan hutan belantara dan terdapat banyak pohon besar termasuk pohon Menyan yang sekarang diabadikan menjadi nama Desa Cimenyan .

 Cimenyan di ambil dari nama pohon tua besar yang sampai saat ini  masih berdiri tegak kokoh. Pohon Menyan yang yang saat ini berada di kampung Cimenyan Kolot menjadi ikon Desa Cimenyan berdasarkan dari filosofi  pohon Menyan itu sendiri yang mempunyai aroma yang harum  menyengat , akarnya yang merambat keluar.

Berdasarkan filosofi tersebut Kepala Desa pertama Cimenyan, yakni  Anggadireja memberi nama Desa Cimenyan mengambil nama dari sebuah pohon (Menyan) besar yang berada diwilayahnya  agar warga masyarakatnya bisa seperti pohon (Menyan) . Warganya bisa membawa harum nama desa , selain selalu mempererat tali persaudaraan sesama warga Desa Cimenyan , khususnya. Datang ke Cimenyan, belum lengkap bila hanya sebatas menikmati keindahan alamnya. Selain hasil pertanian berupa sayur mayur, peuyeum singkong merupakan salah satu produk warga Desa Cimenyan yang populer  di Kota Bandung dan patut dicoba sebagai produk andalan warga desa.

Tapai singkong atau peuyeum di Desa Cimenyan Kecamatan Cimenyan  dikenal sejak lama. Rasanya yang legit dan manis, merupakan ciri khas rasa peuyeum Cimenyan. Peuyeum yang diproduksi warga Cimenyan berbeda dengan peuyeum yang ada di Bandung pada umumnya. Tape singkong Cimenyan terkenal dengan tingkat kemanisannya yang sangat tinggi. Teksturnya  lebih lembek dari peuyeum lainnya. Inilah yang kemudian menjadikan Cimenyan sebagai sentra peuyeum yang dipasarkan ke Bandung dan sekitarnya. Umumnya perajin peuyeum di Cimenyan merupakan perajin rumahan dalam skala kecil hingga besar  yang  berproduksi secara turun-menurun dari generasi ke generasi, diwariskan  oleh nenek moyang mereka. Pengrajin makanan berkarbohidrat yang difermentasi dengan ragi ini dapat ditemui di Kampung Babakan, Kampung Cipaheut hingga ke Lebak Gede.

Jadi datang ke Cimenyan, belum lengkap bila hanya sebatas menikmati keindahan alamnya. Selain hasil pertanian berupa sayur mayur, peuyeum singkong merupakan salah satu produk warga Desa Cimenyan yang populer  di Kota Bandung dan patut dicoba sebagai produk andalan warga desa.  Tapai singkong atau peuyeum  Cimenyan  rasanya yang legit dan manis, merupakan ciri khas rasa peuyeum Cimenyan. Peuyeum yang diproduksi warga Cimenyan berbeda dengan peuyeum yang ada di Bandung pada umumnya. Tape singkong Cimenyani terkenal dengan tingkat kemanisannya yang sangat tinggi. Teksturnya pun lebih lembek dari peuyeum lainnya. Inilah yang kemudian menjadikan Cimenyan sebagai sentra peuyeum yang dipasarkan ke Bandung dan sekitarnya. Peuyeum Cimenyan , selain dijadikan bahan seperti untuk kue bolu dan lainnya , juga colenak ( peuyeum/tape dibakar diberi tamburan gula merah cair dan parutan kelapa – red). (B-003/bbs) ***