Dolar Menguat Harga Mobil di Indonesia akan Naik

44

NILAI tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) beberapa pekan terakhir ini. Bahkan tertinggi sempat menyentuh Rp 14.500. Tentunya banyak hal yang terpengaruh akibat penguatan dolar AS itu. 

Salah satunya harga mobil. Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johannes Nangoi menyebut para Agen Pemegang Merek (APM) yang menjual mobilnya di Indonesia pun terpaksa menaikkan harga mobil karena masih ada komponen yang diimpor.

“Ekspektasinya kita tidak mencapai Rp 14.500, bahkan kita pernah capai situ, kalau angka ini di jangka panjang pasti para APM harus bekerja keras menghitung ulang karena komponen-komponen yang mengandung dolar masih cukup tinggi,” tutur Nangoi, dalam keterangan tertulisnya.

“Kemudian bahan baku masih ada mengandung dollar , termasuk bahan lain yang juga masihimpor , dan ini akan berpengaruh terhadap harga jual kendaraan,” sambungnya.

Nangoi juga menyebut,  ada beberapa merek mobil yang menaikan harga jual mobilnya untuk menyesuaikan dengan nilai tukar US dollar .

“Sudah ada yang mulai naikin harga, contohnya Isuzu sudah mulai naik harganya, sudah ada penyesuaian. Naiknya 6-7 %  mudah-mudahan dampak ke masyarakat nggak terlalu besar,” jelas Nangoi.

Ia juga menambahkan dari Gaikindo sendiri tak memiliki aturan ketetapan berapa seharusnya harga jual mobil kalau nilai tukar dollar  terhadap rupiah terus menguat.

“Kita Gaikindo nggak pernah menyinggung soal harga, bahaya banget soalnya nanti bisa dibilang monopoli. Kalau saya pikir rupiah bertahan di angka Rp 14.500/dollar cukup lama akan berpengaruh terhadap cost structure pada mobil. Kalau cost structure terganggu mereka akan bikin policy mengenai kenaikan harga,” pungkas Nangoi.

(E-002/BBS)***