Harganas, Momentum Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga

17

Puncak perayaan hari keluarga nasional ke-25 dan hari anak nasional tahun 2018 tingkat provinsi Jawa Barat, dipusatkan di lapangan Al Azhar kabupaten Karawang, Selasa siang. Dengan tema cinta keluarga-cinta terencana, momentum Harganas dan hari anak nasional tahun ini, menjadi awal pembangunan tingkat kesejahteraan keluarga, serta masyarakat khususnya di Jawa Barat.

Puncak perayaan hari keluarga nasional ke-25 dan hari anak nasional tahun 2018 tingkat provinsi Jawa Barat, dipusatkan di lapangan Al azhar kabupaten Karawang, Selasa siang. Selain dihadiri plt kepala BKKBN pusat-sigit Priohutomo, dan kepala perwakilan BKKBN Jabar, Sukaryo Teguh Santoso, gelaran ini juga dihadiri pejabat daerah, seperti sekretaris daerah Jabar Iwa Karniwa, ketua tim penggerak PKK Jabar, serta bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana.

Gelaran ini diisi penampilan seni para remaja serta anak, serta pengenalan permainan anak- anak dahulu atau yang biasa dikenal dengan istilah kaulinan barudak. Sekretaris daerah provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa mengaku, sangat terkejut dengan perayaan Harganas dan Hari Anak Nasional tahun 2018 ini. Hal tersebut karena, dalam perayaan kali ini, tak hanya seluruh kader yang turut merayakan, tapi juga ada pastisipasi aktif para remaja serta anak-anak. Dengan begitu, sosialisasi ketahanan keluarga dalam harganas dan hari anak ini, juga terserap para remaja serta anak.

Sementara itu, Plt kepala BKKBN pusat, Sigit Priohutomo berharap, momentum harganas dan hari anak nasional tahun 2018 dengan tema cinta keluarga, cinta terencana ini, dapat mengingatkan kembali karakter pembangunan kesejahteraan keluarga. BKKBN pusat pun akan terus mensosialisasikan program-program kekeluargaan serta keluarga berencana, dengan terus meningkatkan jumlah kampung KB di setiap daerah di tanah air. Dengan begitu, pola penerapan sosialisasi dapat langsung tersentuh hingga elemen masyarakat terendah.

Peringatan Harganas dan hari anak nasional yang digelar rutin setiap tahun, pun harus mampu membawa perubahan positif kepada tingkat kesejahteraan keluarga. Selain program penekanan jumlah penduduk, kesejahteraan ekonomi keluarga pun menjadi salah satu tolak ukur suksesnya program-program kependudukan pemerintah.

Yuwana Kurniawan, Bandung tv.