PPDB Non Akademik Berjalan Relatif Lancar

46

BISNIS BANDUNG– DPRD Provinsi Jawa Barat mengungkapkan  pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan dan sederajat Tahun Ajaran 2018 berjalan lancar.

“Ini tahun kedua PPDB pasca alih kelola wewenang SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi. Kami optimistis semua prosesnya bisa berjalan dengan lancar,” kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung baru-baru ini.

Menurut dia, dari hasil pemantauan sementara Komisi V DPRD Jawa Barat pelaksanaan PPDB 2018 untuk jalur non akademik berjalan lancar. Akan tetapi, pihaknya berharap sistem informasi PPDB 2018 di Jawa Barat bisa lebih baik lagi dibandingkan tahun lalu sehingga masalah kendala teknis seperti pada pelaksaan PPDB tahun lalu tidak terjadi kembali.

“Tahun itu, PPDB online sempat bermasalah, kita harapkan lebih baik, terlebih sekarang sudah ada penyempuranaan sistemnya,” ujar Untung.
Dia menuturkan sebagai bentuk pengawasan, sejumlah anggota Komisi V DPRD Jawa Barat sudah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah SMA/SMK terkait pelaksanaan PPDB 2018 untuk jalur non akademis.

“Bentuk pengawasan kita sudah beberapa kali kunjungan kerja memantau langsung ke sekolah-sekolah, hasil sementara, alhamdulillah tidak ditemukan kendala yang berarti,” lanjut dia.

Sementara itu, Ketua Panitia PPDB Jabar, Firman Adam kepada pers  mengatakan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN) harus berdasarkan pada jenjang pendidikan yang sama. “Misalnya, jika pilihan pertama SMA, maka pilihan keduanya harus SMA,” ujarnya.

Dia mengungkapkan  calon peserta didik yang mendaftar pada jalur NHUN, saat memilih sekolah harus didasarkan pada jenjang pendidikan yang sama. Demikian juga dengan pemilihan sekolah SMK.

Ia menjelaskan, untuk jenjang SMK, tersedia tiga pilihan kompetensi keahlian/program keahlian yang sama atau berbeda dalam satu atau dua sekolah pilihan. Sementara jumlah pilihan sekolah untuk jenjang SMA sebanyak dua pilihan, baik untuk zonasi dalam provinsi maupun luar provinsi. Pemeringkatan berdasarkan skor total tiap calon peserta didik dengan kuota sekolah masing-masing. “Skor jalur NHUN antara pilihan satu dan dua pasti berbeda, karena jarak antara tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah pilihan satu dan dua berbeda,” kata dia.

Adapun pembobotan rentang jarak dalam meter sebagai berikut, 0-1.000 meter memiliki skor 400, 1.001-2.000 meter skor 395, 2.001-3.000 meter skor 390, 3.001-4.000 meter skor 385, 4.001-5.000 meter skor 380.
Kemudian jarak 5.001-6.000 meter skor 375, 6.001-7.000 meter skor 370, 7.001-8.000 meter skor 365, 8.001-9.000 meter skor 360, 9.001-10.000 meter skor 355, dan jarak yang melebihi 10.000 meter memperoleh skor 350.
“Jadi skor jarak dihitung berdasarkan jarak di sekolah pilihan satu dan dua,” katanya.(B-002)***