Air Danau Biru Walasiho Sebening Kaca, Memiliki Esensi Mitos Untuk Pelestarian Ekosistem

48

INDONESIA dikenal dengan sejuta keindahan alam yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.Beberapa waktu lalu tim Mandalawangi  berkunjung ke wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. Di wilayah ini,  kami melihat beberapa destinasi wisata alam menakjubkan.Destinasi pertama ialah Danau Biru di Desa Walasiho, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

Danau Biru merupakan danau yang airnya memiliki dua rasa, asin dan  tawar atau  biasa di sebut  air payau. Danau yang satu ini memang memiliki keindahan yang bisa dikatakan tak dapat kita lewatkan begitu saja. Air danau yang berwarna biru bersih ini seolah mendorong kita langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

Selain itu danau  ini juga memiliki beberapa keunikan yang bisa dikatakan tak banyak ditemukan di tempat lain. Danau  berdiameter kurang lebih 164 meter, rasa airnya payau dan cukup dingin. Kedalaman danau  maksimal  7 meter, jika anda snorkling mengamati spesies ikan, dasar danau bisa terlihat jelas. Danau Biru dikelilingi oleh perbukitan berbatu yang tinggi, disertai deretan pohon yang seolah menyediakan tempat berlindung dari sengatan teriknya matahari. Berada di kaki bukit dengan dinding batu yang menjulang kokoh membuat danau ini  teduh.

Sesuai namanya, air danau ini terlihat berwarna biru dengan pepohonan rimbun yang menghiasi di sekelilingnya.Cukup banyak aktivitas yang bisa dilakukan oleh pelancong,selain menikmati kejernihan air,berenang,snorkeling , para pelancong juga bisa mengabadikan spot spot cantik dengan lensa kamera.

Selain menawarkan keindahan panorama alam, objek wisata yang satu ini juga menyimpan cerita yang sangat dipercaya oleh masyarakat Kolaka Utara. Menurut warga yang berada disekitar objek wisata ini, dahulu kala ada seorang Putri Mokole (Raja) yang pergi meninggalkan kediamannya karena ada keinginannya yang tidak terpenuhi. Sang putri pergi berdiam diri di tengah hutan berhari-hari lamanya.Sampai suatu saat keinginan sang putri  terkabul, dan sang putri pun meninggalkan tempatnya itu . Namun tanpa disangka saat sang putri beranjak dari tempatnya, air keluar dari tempatnya duduk dan semakin lama semakin banyak dan membentuk  danau yang  kini dikenal dengan nama Danau Biru.

Untuk menuju lokasi dari pusat Kota Kendari, lama perjalanan kurang lebih 5 jam melintasi tiga wilayah kabupaten. Sesampainya di Danau Biru anda akan terhibur dengan air danau yang jernih sebening kaca. Anda bisa menikmati dinginnya air dengan berendam maupun berenang. Suasana sejuk akan membuat anda merasakan ketenangan di sini. Selain menikmati air danau, sebaiknya  anda mencoba free jump dari ketinggian 7 meter dari sisi kanan danau. Danau ini juga merupakan rumah bagi berbagai ikan seperti ikan kerapu dan rabbitfish. Menurut mitos lokal, jika ada yang menangkap ikan dari danau dan mengonsumsinya,  akan menemui kemalangan. Meski mungkin hanya takhayul, namun esensi mitos ini adalah pelestarian ekosistem kawasan ini . (E-001) ***