Tren Kuliner Jepang ‘Shabu Kojo’

26

KOTA Bandung terkenal dengan tempat wisata kuliner. Mulai dari makanan hingga minumannya terkenal murah-meriah namun bercitarasa lezat. Kini, di Kota Juara ini tren kuliner makanan asal Jepang ‘Shabu Kojo’ digandrungi pecinta kuliner di Kota yang dipimpin oleh Ridwan Kamil yang kini siap-siap menjadi gubernur.

Shabu kojo sendiri memiliki arti “jagoan” dalam Bahasa sunda, tapi apabila diambil dari Bahasa jepang dapat bermakna “kastil”. Jadi shabu kojo bisa diartikan jagoannya shabu dan kastilnya shabu.

“Restoran kami memiliki konsep yang hampir sama dengan konsep all you can eat shabu-shabu restoran lainnya yang berada di Bandung khususnya, tapi yang membedakan restoran kami dengan restoran shabu lainnya, adalah pelayanan dan makanannya lebih banyak pilihan dari pada restoran shabu lainnya,” tutur Andri manager HRD Shabu Kojo.

Menurut Andri, Pelayanan yang diciptakan di restorannya memiliki nuansa shabu shabu asli seperti di Jepang dengan menu asli Jepang, campuran rasa Asia Tenggara, dan juga Western.

Menu yang tersedia di restoran ini terdiri dari agemono (gorengan asal Jepang), berbagai jenis sushi, 6 jenis menu utama, dan berbagai jenis makanan penutup, mulai dari citarasa tradisional seperti bubur ketan merah, dan rujak. Tak luput juga menu penutup western seperti mango jelly dan pannacotta. Matcha pannacotta untuk paduan rasa Jepang dan ice cream dengan berbagai rasa.  Dari semua pilihan daging terdapat 5 pilihan untuk soup yaitu chicken original, soba, miso, tom yum, dan konbu.

“Kami memiliki strategi bisnis kuliner yang tidak biasa dan super murah seperti ; power lunch dengan harga 85 ribu net untuk shabu only, dengan penambahan grill 25 ribu akan menjadi 144 ribu sudah termasuk pajak. Promo ini berlaku untuk basic savoury dari jam 11 pagi hingga jam 4 sore,” tuturnya.

Tren kuliner makanan dan minuman asal Negeri Sakura ini sedang digandrungi oleh warga Bandung. Restoran ini selalu dipenuhi penikmat kuliner masakan Jepang setiap harinya, terutama di jam makan siang, weekend dan hari libur nasional.

 “Saya bersama rombongan sengaja makan siang di sini, karena kami biasa keliling sambil wisata kuliner di Kota Bandung khususnya makanan dan minuman khas Jepang yang kini lagi ngetren,” tutur Fivih sekretaris perusahaan BUMD di Kota Bandung. (C-003)***