Asal Usul Soto Kudus

57

SOTO merupakan kuliner yang banyak sekali variannya di Indonesia, mulai dari coto makassar, soto betawi, soto bandung, soto lamongan hingga varian lainnya yang memiliki kemiripan baik tekstur maupun rasa. Menurut buku Nusa Jawa: Silang Budaya, Denys Lombard membahas bahwa asal mula soto adalah makanan China bernama caudo atau jao to. Makanan ini pertama kali populer di wilayah Semarang sekitar abad ke-19. Namun dalam buku tersebut tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai salah satu makanan paling favorit bagi banyak masyarakat Indonesia.

Perjalanan Mandalawangi kali ini akan membahas keunikan soto kudus, satu keunikanya adalah menggunakan daging kerbau. Berbeda dengan soto lainnya yang menggunakan daging sapi sebagai bahan dasarnya. Konon, masyarakat Kudus tidak menggunakan daging sapi karena sebagai wujud penghormatan orang muslim terhadap agama Hindu yang menganggap sapi adalah hewan yang suci.

Menurut sejarahnya, saat Agama Islam masuk ke daerah Kudus masih banyak masyarakat Kudus yang memeluk agama Hindu. Sehingga Sunan Kudus mengajarkan kepada umatnya untuk menghargai agama lain, termasuk agama Hindu sebagai wujud toleransi antarumat beragama. Budaya itu masih berlaku hingga saat ini, budaya tersebut juga mempengaruhi kuliner khasnya sehingga masyarakat Kudus menggantinya dengan daging kerbau .

Sejak dulu hingga saat ini, makanan berkuah ini bukanlah sebuah makanan mewah yang dinikmati oleh kalangan penguasa. Makanan ini lebih banyak dinikmati oleh kalangan menengah ke bawah dengan dijajakan menggunakan pikulan pada masa lalu. Seiring perkembangan waktu, pikulan berubah menjadi gerobak. Aksesoris serupa gerobak atau pikulan hingga saat ini pun biasanya masih digunakan oleh beberapa warung soto.

Dalam semangkuk soto kudus ada nasi, irisan daging kerbau, mi putih atau soun, tauge, irisan kol, butiran kacang kedelai, taburan daun seledri dan bawang goreng. Bahan pelengkap itu, disiram kuah dari kaldu daging kerbau yang panas, yang telah diberi bumbu rempah-rempah. Di antaranya, cengkeh, kayu manis, kemiri serta perasan jeruk limau.

 Biasanya, sate telur puyuh, gorengan, dan paru kerbau jadi pelengkap soto kudus. Pada penyajiannya, kita juga bisa request soto kudus yang terpisah dari nasinya. Namun, soto kudus akan terasa lebih sedap jika dimakan langsung dengan nasi putih. Soto kudus sangat mudah kita temukan di daerah Kudus. Di sana banyak warung makan yang menyajikan soto kudus. Harga untuk satu porsi tergolong murah meriah. Bagi Anda yang berkunjung ke Kudus, Jawa Tengah, kurang lengkap rasanya bila belum menikmati soto ludus. (E-001)***