Kemarau,Serapan Beras Bulog dari Petani menyusut

17

Bisnis Bandung,(BB)—Kepala Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik-Bulog Divisi Regional Jawa Barat, Achmad Ma’mun mengklaim, musim kemarau tahun 2018 ini, ketersediaan beras di Gudang Bulog Divre Jabar aman, hingga delapan bulan kedepan. Permasalahannya yakni pada serapan hasil panen dari petani, pasalnya mengalami penyusutan, kurang lebih hingga 500 ton-an perharinya.                                      Dikatakannya, meski telah memasuki musim kemarau, Bulog Divre Jabar, tiap hari terus melakukan penyerapan gabah dari petani. Pasokan beras Bulog Divre Jabar, masih didominasi dari wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat, yakni Indramyu, Cirebon, Karawang dan Ciamis. Wilayah Pantura, merupakan wilayah produsen/penghasil beras terbesar di Jawa Barat termasuk di Indonesia. Selama ini, pasokan beras dari wilayah tersebut tidak ada gangguan pasokan, hanya mengalami penyusutan kuantitas produksi, sehingga dampaknya serapan beras Bulog mengalami penurunan. Sebelumnya serapan beras bisa mencapai 2.000 ton Gabah Kering Giling (gkg) perhari, sedangkan kini hanya 1500 ton GKG perharinya. Dengan demikian, mengalami penyusutan kurang lebih hingga 500 ton perharinya. Penurunan serapan/produksi beras telah terjadi sejak dua pekan silam.“Penyerapannya yang terganggu, karena tidak ada panen raya, maka otomatis serapan Bulog menurun. Panen Raya, sebagaimana diketahui, sebelumnya terjadi serempak/bersamaan dalam waktu yang relatief sama diberagam wilayah. Namun saat ini, tiap daerah berbeda waktu panennya. Meski demikian stock atau ketersediaan beras di Gudang Bulog terus bertambah” ungkap Achmad Ma’mun, kepada Bisnis Bandung (BB), 07/08/18, di Bandung.

       Meski demikian, stock atau ketersediaan beras di Gudang Bulog Divre Jabar aman hingga delapan bulan kedepan. Bahkan, jika pemerintah membutuhkan ketersediaan beras, Bulog siap mensuplai, termasuk untuk kebutuhan operasi pasar untuk stabilitas harga. Sebagaimana diketahui, biasanya menjelang momentum hari raya/besar keagamaan, harga kebutuhan pokok masyarat seringkali mengalami kenaikkan yang cukup signifikan, termasuk harga beras. Saat ini, harga beras tidak mengalami kenaikkan yang cukup signifikan.“Operasi Pasar semenjak Sebelum Ramdhan hingga saat ini, terus berlangsung, mangkanya harga beras relatif stabil. Sandinya yakni Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (OPCBP). Tiap daerah permintaan berasnya tergantung, dan belum ada permintaan penambahan pasokan berasnya. Untuk menjaga stabilitas/ketersediaan beras dipasaran, selain OPCBP juga ada pantauan pasar oleh Tim Satgas Pangam yang terdiri dari Disperindag, Bulog, BI dan kepolisian. Sehingga bisa dibilang, harga dan ketersediaan beras tidak ada gaguan yang berarti”, pungkasnya kepada BB. (Dadan Firmansyah — E-018)***