Rusa Totol Dibawa ke Indonesia Oleh Gubernur Jendral Inggris, Thomas Stanford Raffles Tahun 1814

201

Mengunjungi Pangalengan identik dengan hamparan hijau perkebunan teh,kemudian aneka  kuliner berbahan dasar susu, arena wisata arung jeram,TWA Gunung Puntang serta  keindahan alam Situ Cileunca. Namun selain itu di Pangalengan  terdapat tempat penangkaran rusa yang telah ada sejak 30 tahun silam. Penangkaran rusa ini berada di kawasan perkebunan PTPN VIII Kertamanah,lokasi tepatnya tidak jauh dari lokasi pabrik pengolahan teh.Ada puluhan ekor rusa di kembang biakan di tempat ini,rusa tersebut jenis rusa totol atau nama latinnya axis axis.

            Rusa totol (Axis axis) mempunyai bulu halus berwarna coklat sawo matang dan bermotif tutul putih. Berat badan dewasa 75 – 100 kg. Berat lahir 3 – 3,5 kg. Panjang badan 150 cm dan tinggi badan 110 – 140 cm. Hidup berkelompok (2-6 ekor/kelompok) dan aktif pada siang hari. Dan ada juga yang mengatakan bahwa rusa totol ini memiliki tubuh yang lebih kecil dari rusa Jawa dan nampak langsing dengan berat kurang dari 45kg. Rusa tutul dewasa (pubertas) pada umur 10-15 bulan (rusa betina), dan pada jantan pada umur 12-16 bulan (pada jantan).

Rusa totol secara alami tersebar di India, Sri Lanka, Nepal, Bhutan, dan Bangladesh.Kedatangan rusa ini ke Indonesia di bawa oleh  Gubernur Jenderal Inggris, Thomas Stanford Raffles Pada tahun 1814, ia mendatangkan rusa totol ke Istana Bogor yang berkembang biak hingga sekarang.Dari istana Bogor rusa rusa totol ini kemudian menyebar ke berbagai penangkaran di Indonesia.Rusa totol dikenal  jinak, tidak merasa terganggu dengan kehadiran manusia.

Di penangkaran rusa Kertamanah para pengunjung bisa masuk kedalam tempat penangkarannya sebelum jam 12 siang,biasanya setelah jam 12 kandang akan di tutup oleh petugas.Sebelum memasuki kandang pengunjung wajib meminta izin kepada petugas,disarankan untuk membawa penganan kesukaan rusa seperti wortel atau aneka sayuran lainnya. Penganan kesukaan rusa  ini dijajakan oleh para pedagang di dekat penangkaran harganya Rp 3.000/ikat.

Ketika pengunjung masuk sambil membawa wortel rusa akan menghampiri,mereka bahkan bisa dielus- elus oleh pengunjung. Saat memberi makan rusa, pengunjung melakukan swafoto dengan latar rusa totol yang jinak.Para pengnjung datang bukan hanya dari sekitar Bandung saja,namun pada saat akhir pekan banyak juga pengunjung dari luar Bandung.Sebagai wisata edukasi bagi anak- anak, atraksi memberi makan rusa ini sangat di gemari.Fasilitas penunjang wisata sudah tersedia,lahan parkir luas serta penjual makanan dan minuman tersedia lengkap. (E-001) ***