Budi Rahayu, Bernyanyi Merupakan Sebuah Kebanggaan dan Membuat Saya Bahagia

222

Budi Rahayu lahir di ‘kota Kembang’ Bandung tanggal 4 Maret 1984.   Anak  dari pasangan Ujang Sutardi (Alm. dan Tiktik Jubaedah (65) ini,  berprofesi sebagai seniman dengan segudang prestasi dan penghargaan yang pernah diraihnya.

Penganut moto hidup “berbuat baik adalah jalan kesuksesan” ini menuturkan bahwa,  ia mulai tertarik dan menekuni dunia musik (tarik suara) sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Awalnya,  ia hanya gemar memainkan alat musik saja.   Sedangkan untuk tarik suara,  ia baru menekuninya sejak enam tahun yang lalu,  yakni ketika mulai manggung di cafe-cafe yang ada di Bandung.   Ketertarikannya pada dunia seni,  berkaitan dengan latar belakang keluarganya,  karena almarhum ayahnya adalah pemain harmonika.

Budi  mengaku bahwa,  sebelum menggeluti profesi sebagai seniman,  ia pernah bekerja di bidang lain yang tidak berkaitan dengan profesinya saat ini,  yakni bekerja di bidang handycraft, di pabrik sepatu,  dan pabrik onderdil motor.   Akhirnya Budi Rahayu memilih dunia tarik suara,  dan menjadi bagian dari jiwa raganya.   Bernyanyi baginya merupakan sebuah kebanggaan,  karena dengan bernyanyi ia bisa merasa bahagia.

Pengalaman yang paling berkesan untuk Budi adalah,  ketika ia lolos seleksi ajang ‘X factor Indonesia’ babak 1, 2, 3 dan berhasil masuk dalam 20 besar ‘X Factor Indonesia’.

Selain itu,  Budi Rahayu juga pernah diundang manggung oleh Gubernur Banten saat itu, yakni H. Rano Karno di Pendopo Banten, serta diundang oleh Kapolres Subang tahun 2016, dan manggung di Ubud-Bali.

Jebolan X Factor ini mengaku bahwa,  ia gemar menyanyikan lagu-lagu berirama “soul”, karena cocok dengan jenis vokalnya,  dan Budipun sangat suka menyanyikannya.   Beberapa lagu yang ditulisnya sendiri,  telah dibuat video klipnya dalam satu karya.   Selama ia berkecimpung di dunia seni khususnya tarik suara,  ada beberapa lagu karya penyanyi lain yang juga pernah dibawakannya ketika manggung,  antara lain karya seniman Bandung kang Ganjar Noor,  yakni lagu Utara Bandung, Anak Anjing, Di Atas Langit, dan lagu “Katalangsara”.    Ada juga  lagu karya Mukti Mukti,  yakni“Aku Hanya Ingin”,  dan karyanya sendiri,  yakni “Ucok dan Nyai”.

Selain itu,  Budi juga meng-cover video Josh Groban,  yakni ‘Remember When It Rain’,  lagu dari Sarah MC Lachan,  yakni “Angel”,  dan lagu dari Lara Fabian, yakni “Broken Vow”.    Bagi Budi Rahayu,  yang paling berkesan adalah, lagunya Sarah MC Lachan “Angel”,   karena berkat membawakan lagu tersebut,  Budi berhasil maju ke pentas X Factor.

“Saya jatuh cinta pada lagu itu sejak pertama kali mendengarnya, ibaratnya gadis yang paling sempurna.   Kemudian,  ada beberapa video yang diupload pihak lain dan paling banyak ditonton,  yakni mencapai 1,9 juta penonton, “ ucap  Budi.

Penggemar warna hitam ini mengaku bahwa,  selama ia menggeluti dunia seni,  ada beberapa pengalaman positif dan negatif.   Pengalaman positifnya adalah,  dunia tarik suara bisa menjadi salah satu kebahagiaan hidupnya.   Sedangkan pengalaman negatifnya adalah,  ketika suatu saat ia sedang tampil,  kemudian ada yang menghentikan tampilannya,  dengan alasan,  salah satu ayat suci melarang musik.

“Alhamdulillah,  saya bisa menjadi lebih dikenal,  dan juga saya bisa menambah pundi-pundi uang yang dihasilkan dari menyanyi.  Sedikit demi sedikit,  hasilnya bisa dinikmati untuk kebaikan keluarga dan juga orang orang sekitar,”  cerita Budi kepada BB di Bandung.

Seniman yang sempat kuliah di Tehnik Industri STT Jabar sampai semester 5 ini, sudah mengantongi sejumlah program yang berkaitan dengan profesinya.   Program jangka pendeknya adalah membuat album,  dan program jangka panjangnya adalah melakukan tour keliling dunia.

“Saya membuat  video klip hampir sebulan 2 kali, dan itu bisa dilihat di chanel YouTube-‘Budi Rahayu’.   Selama ini,  orang lebih suka melihat saya menyanyi lagu-lagu slow dengan penghayatan tinggi.   Hal tersebut bisa dilihat dari viewer YouTube saya.   Kalau lagu- lagu riang sepertinya kurang mendapat respons.   Kalau diteliti,  viewer YouTube saya berusia sekitar 25 sampai 40 tahunan.   Insya Allah,  saya akan fokus bagi penikmat musik berusia di sekitar angka itu,”  ungkap Budi.

Ditambahkan pula oleh Budi Rahayu bahwa,  peradaban suatu bangsa bisa dilihat dari hasil karya seninya.   Sebagai seniman,  ia berharap suatu hari karya seninya  benar-benar bisa dihargai.(E-018)***