Pemprov Cairkan Rp1,5 T, untuk Lahan Proyek BIJB

146

BISNIS BANDUNG- Sejak diresmikan Mei 2018 Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka baru memiliki runway atau  landasan  pacu 2.500 meter, bakal diperpanjang menjadi 3.000 meter.  Modal berupa lahan tersebut  sepenuhnya diberikan oleh Pemprov Jabar  kepada PT Angkasa Pura (AP) II.

Hingga  saat ini  posisi Pemerintah Provinsi  Jawa Barat  masih sebagai mayoritas pemilik saham dengan porsi 98,45 persen aset di  Bandara  Kertajati  tersebut.

Menurut Sekda Jabar,  Iwa Karniwa  penyerahan modal berupa lahan seluas 2.948.294 meter diterimakakan  kepada Direktur PT BIJB Virda Dimas Ekaputra. Disaksikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jabar Eddy Nasution dan Plt Kepala Biro Sarana Perekonomian, Investasi, dan BUMD Mohamad Arifin Soedjayana.

“Keterlibatan Angkasa Pura II di Bandara Kertajati ini akan memperpanjang runway dari tadinya 2.500 meter, menjadi 3.000 meter. Kemudian secara bertahap kita tambah menjadi 3.500 meter sesuai masterplan bandara. Jadi harapan kita langsung saja 3.500 meter supaya bisa lebih efektif dan efisien,” kata Iwa, pekan ini di Gedung Sate  Kota Bandung.

Perpanjangan runway menjadi 3.000 meter  akan segera dilakukan AP II dan akan rampung pada akhir tahun 2018.

Iwa mengatakan, sejak pembangunan sampai operasional Pemprov Jabar terus mendukung operasional Bandara Kertajati. Sebelumnya Pemprov Jabar sudah memberikan penyertaan modal senilai Rp 796 miliar untuk mewujudkan hadirnya bandara ini.

Dengan bertambahnya penyertaan modal lahan seluas 294,8 hektare yang ditaksir mencapai Rp 725 miliar ini, artinya Pemprov Jabar telah menyerahkan total aset tanah sekitar Rp 1,5 triliun.

Saat ini kata dia, Penjabat Gubernur Jabar Mochamad Iriawan sedang melakukan koordinasi dengan Menteri Koordinator  Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan terkait dengan finalisasi kesepakatan penyertaan modal dari AP II, yakni 25 persen dari keseluruhan aset Bandara Kertajati.

“Mudah-mudahan dengan ada AP II yang meminta 25 persen, secara administrasi dan fisik (landasan pacu) segera bisa diselesaikan,” imbuhnya.

Iwa membenarkan  Pemprov Jabar berencana melakukan penambahan modal menjadi Rp 5 triliun pada PT BIJB agar operasional bandara bisa lebih maksimal. Dan  Pemprov Jabar akan menjalani sejumlah tahapan, termasuk pembuatan peraturan daerahnya.

“Kita harus susun lagi untuk mengusulkan adanya Peraturan Daerah terkait dengan penambahan modal disetor, menjadi minimal Rp 5 triliun. Kita ada tahapan itu dulu,” ujar Iwa.

Direktur PT BIJB, Virda  mengungkapkan  penyertaan modal berupa tanah dari Pemprov Jabar ini digunakan untuk pembangunan sisi darat bandara. Dalam ekosistem bandara,  katanya tidak melulu membahas operasional kebandarudaraan tapi ada juga area komersil yang bisa diakses non penumpang.

“Alhamdulillah BIJB mendapat setoran modal dari Pemprov Jabar dalam bentuk tanah untuk sisi darat, yaitu tanah yang bisa dikomersialkan untuk bangunan komersial,  bangunan penunjang, misalnya untuk Pertamina, dan lainnya,” kata Virda.

Adapun rencana perpanjangan runway menjadi 3.500 meter itu sudah sesuai masterplan Bandara Kertajati. Dengan infrastruktur tersebut  diyakini  bandara bisa lebih optimal melayani penerbangan karena semua tipe pesawat dapat mendarat di bandara tersebut.

“Sejak awal rencananya 3.000 meter, tapi kalau secara finansial mampu, kenapa tidak sampai 3.500 meter saja. Karena sekarang pembebasan lahan  sudah beres semua, tidak seperti tahun lalu,” ujarnya.(B-002)***