Menangguk Keuntungan dari Dua Kenduri Besar juga

156

INDONESIA menghadapi dua even besar yakni Asian Games 2018 dan Pemilihan Umum Serentak Legislatif dan Presiden. Kenduri besar pertama yang dalam minggu ini dibuka ialah Asian Games.Tampaknya persiapan Asian Game sudah benar-benar matang. Pembukaan yang dilakukan tanggal 18 Agustus 2019 itu akan menjadi titik paling krusial. Upacara pembukaan pesta olah raga selalu menjadi tolok ukur kemampuan, kreativitas, teknologi, hiburan, serta keamanan, tuan rumah.

Upacara pembukaan dan penutupan pesta olah raga senatiasa menjadi momentum unjuk gengsi  negara penyelenggara. Hampir semua negara yang menjadi tuan rumah pesta olahraga sekelas olimpiade, benua, atau kawasan, ingin memperlihatkan sesuatu yang unik, gebyar, penuh  warna, bahkan menjadi pesta budaya yang amat meriah dan turistik.  Untuk itu, semua negara yang menjadi tuan rumah pesta olahraga, berusaha keras agar tampil beda. Segalanya diupayakan lebih dari penyelenggaraan pesta olah raga lain. Mereka tidak lagi menghitung berapa biaya yang harus dikeluarkan hanya untuk memenuhi langit dengan bercak-bercak sinar kembang api, sinar laser, dan kreativitas lainnya. Saat itu, negara penyelenggara hanya butuh ”decak kagum” semua peserta dan penonton.

Semua negara penyelenggara benar-benar berlomba memperlihatkan kemeriahan upacara pembukaan. Mereka berani mengeluarkan biaya sangat besar hanya untuk even dua atau tiga jam pra dan pospertandingan.Penanganan upacara tersebut dilakukan terpisah atau bahkan di luar perburuan medali atau piala. Jelas, pesta olahraga bukan sekadar berlomba memperebutkan prestasi atau kejuaraan.

Pesta olah raga, antara lain melalui even upacara pembukaan, punya target lain. Setidaknya, negara tersebut ingin mempelihatkan kepada dunia, negara itu memiliki sesuatu yang layak tonton. Secara terang-terangan mereka mengundang warga dunia datang ke negeri itu, baik sebagai turis maupun investor. Masuknya turis dan pemodal itulah yang diharapkan. Hal itu akan  mendatangkan keuntungan yang sangat besar jauh dari biaya yang digunakan untuk upacara pembukaan pesta olah raga.

Indonesia memiliki banyak hal yang layak jual. Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta, Palembang, dan Jabar  itu merupakan momentum menangguk keuntungan dalam jangka panjang. Meskipun dalam prestasi olah raga, kita belum dapat berbicara banyak di tingkat Asia, sebagai negara penyelenggara, diharapkan mendapat keuntungan lain. Meskipun Jawa Barat agak kurang disebut, Asian Games 2018 hanya menyebut Jakarta dan Palembang, para atlet dan official Asia punya kesempatan menginjakkan kakinya di Jabar, khususnya Kota Bandung. Diharapkan mereka akan terpikat dengan keindahan Jabar, keramahan penduduknya, kenyamanan suasananya, dan nilai-nilai kesejarahannya.

Pesta kedua ialah Pemilu  Presiden dan Legislatif 2019. Persiapan dan aromanya sudah terasa sejak awal Tahun 2018. Puncak pertama, penentuan bacapres/cawapres. Puncak berikutnya masa kampanye, dan puncak terakhir pelaksanaan pemilu. Apa yang akan kita dapatkan dari gebyar pemilu tersebut? Kita berharap, yang mendapat keuntungan bukan hanya politisi tetapi juga masyarakat luas. Mereka bukan hanya punya kewajiban ikut pemilu dan hak suara saja, mereka berharap mendapat keuntungan pula. Mereka tidak hanya menjadi korban ingar bingar  politik.

Bagi orang-orang kreatif, keuntungan itu sudah ada di depan mata. Uang triliunan akan menggelontor dari saku politisi berduit. Semoga saja sampai ke pelosok negeri. Rakyat kecil turut merasakannya melalui perdagangan barang dan jasa. Karena money politic diharamkan, bangkitkanlah ekonomi rakyat dalam pemilu itu. Gunakanlah hasil kerajinan rakyat untuk alat peraga kampanye.Perbaikilah jalan, bangunan, selokan, dan infrastruktur rakyat.

Selamat bertanding di Asian Games dan selamat pesta demokrasi dengan niat tulus,menjaga sopan santun berpolitik, dan jauhkanlah niat mengadu domba rakyat. ***