Gitar Allegro, Produk Asli Dalam Negeri

370

INDUSTRI kreatif Bandung tidak henti-hentinya menyuguhkan hal yang sangat menarik. Salah satunya adalah bisnis yang digeluti oleh Ratiman beserta anak-anaknya yaitu perajin gitar allegro.

Tentu para pecinta musik sudah tidak asing mendengar gitar allegro ini, dan kali ini wartawan BB diberi kesempatan untuk mendatangi kediamannya. Perajin gitar Allegro ini bertempat di Kp. Sirnasari Rt. 05 Rw. 04 desa Batu karut Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung. Yang telah berdiri sejak tahun 1985, dan masih eksis hingga saat ini.

Tempat yang sudah ada sejak 33 tahun yang lalu ini masih tetap ada karena keuletan dan kegigihan dari bapak Ratiman selaku pendiri sekaligus pemilik tempat pengrajin gitar allegro ini. Yang dibantu oleh putra putri nya mengembangkan usaha yang telah digeluti nya selama bertahun-tahun.

Pada awal berdirinya, Pengrajin Gitar Allegro ini memiliki 10 orang pegawai. Namun di tahun-tahun berikutnya tepatnya tahun 1990-an pegawai nya menjadi 60 orang. Sayangnya banyaknya pegawai tidak bertahan lama karena pada saat itu ada krisis moneter yang melanda Indonesia yang menyebabkan pemilik toko harus menawarkan dua pilihan, di PHK atau kerja selama 1 minggu dengan bayaran yang minim.

Sehingga lambat laun para pegawai mulai mengundurkan diri karena dirasa sudah tidak ada kemajuan bertahan di tempat bapak Ratiman ini dan memutuskan untuk mencari pekerjaan yang lebih terjamin.

Dengan keterbatasan pegawai yang ada, bapak Ratiman tetap disiplin menjalani bisnisnya, alhasil karena kegigihannya toko ini bangkit kembali dengan segala keterbatasan yang ada. Namun tidak lama setelah itu tepatnya di tahun 2015, pengrajin gitar allegro mulai kebingungan karena adanya dampak ekonomi global yang melanda Indonesia pada saat itu.

Tidak menyerah sampai disitu setelah pasang surut ekonomi, pengrajin gitar allegro kembali merangkak untuk membangun bisnisnya dengan menyisakan 8 orang pegawai saja. Itu pun dengan ketentuan bersyarat. Yaitu dengan merolling sebagian pegawai.

Sejak saat itu bisnis rumahan ini mulai berkembang kembali dan sudah berhasil mengirim gitar ke seluruh Indonesia, dari mulai Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan juga Jawa. Pembuatan gitarnya pun dengan cara manual dan hanya beberapa yang memakai mesin seperti mengukur jarak fret gitar dan pressing bagian antara batang dan body gitar.

Dalam sekali memproses gitar membutuhkan beberapa tahapan menjadi gitar. Dari mulai mencari bahan kayu yang bagus yaitu kayu mahoni untuk batang gitarnya, kayu sanokeling untuk menjaga senar tetap aman dan triplek dengan kualitas bagus untuk body gitar.

Harga satu gitarnya sendiri di bandrol dari mulai Rp 400ribuan sampai harga 1 jutaan tergantung dari model dan bahan yang digunakan. Dalam rentang waktu 1 bulan pendapatan pengrajin ini bisa mencapai 10 juta.

“waktu yang paling lama dalam pembuatan gitar adalah pada tahap finishing karena memerlukan beberapa tahapan sampai menjadi sebuah gitar.” Ujar Ratiman ketika ditemui di kediamannya (11/8).

Toko gitar allegro sendiri belum membuka cabang-cabang baru di Bandung, yang ada hanya di desa Batu karut kabupaten Bandung. Hal ini didasari karena sasaran pemasaran mereka adalah kepada pada peminat yang memesan gitar di tempat bapak Ratiman dengan menggunakan desain yang mereka buat.

“Kualitas dari gitar allegro ini lumayan bagus, karena saya pernah membeli gitar disini sejak tahun 2014, dan sampai sekarang masih ada,” ujar salah satu pembeli.

Bagi Anda yang menginginkan desain khusus di gitar Anda bisa langsung memberikan desain gitar idaman Anda lalu memberikan hasilnya kepada toko pengrajin gitar allegro ini. Dan dijamin Anda tidak akan menyesal karena kualitas yang lebih diutamakan di bandingkan dengan kuantitas. Dan kualitas barang berani di adu dengan kualitas produk gitar lainnya. (C-003/Tandri)***