Laksa Gang Aut, Jadi Salah Satu Kuliner Khas Bogor

557

LAKSA merupakan salah satu makanan berbahan baku mie yang diberi kuah. Konon sejarahnya , bumbu laksa  diramu etnis keturunan  Tionghoa dan Melayu.  Saat ini  yang sudah cukup dikenal adalah laksa Bogor dan laksa Betawi. Nama laksa diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti banyak, menunjukkan bahwa mie laksa terbuat dari berbagai bumbu. Di Indonesia, laksa dapat ditemukan pula di Ranah Melayu, seperti di Riau, Bangka dan Belitung. Di Indonesia  yang memiliki  ragam laksa adalah Riau. Salah satu  laksa Riau yang unik adalah laksa Pulau Penyengat , mienya agak tebal, dibuat dari tepung sagu berwarna  abu-abu transparan. Mirip mie lethek dari Bantul, Yogya.

Selain itu, laksa khas Bogor yang penyajiannya beda dengan  daerah lainnya. Hidangan yang satu ini memang tersohor sejak puluhan tahun lalu. Kuah kuning berampas yang kaya akan rempah menjadi ciri khas hidangan laksa Bogor. Salah satu warung laksa di Kota Bogor terletak di Gang Aut yang dijajakan Mang Wahyu yang pengelolaannya sudah sampai generasi ketiga . Ketika kami ke warung laksa Mang Wahyu , sudah ramai dikunjungi konsumen. Pemilik warung tengah menata ketupat  pada piring, ditambah bihun, potongan oncom dan tauge, inilah bedanya dengan laksa-laksa dari daerah lain.Setelah itu, kuah kuning kental yang masih mengepul panas dituangkan. Tapi kuah tersebut dituangkan kembali ke panci setelah membasahi mangkuk berisi campuran sajian laksa.Tujuannya supaya tauge jadi lentur, termasuk bihun dan  oncom. Kemudian potongan diberi tambahan telur rebus dan tahu kuning  yang dimasukkan sebelum kuah kuning kental panas dituangkan kembali ke mangkuk.

Tambahan lain melengkapi sajian adalah serundeng dan daun kemangi sebagai ciri khas laksa Bogor. Warung laksa terkenal di daerah Bogor , selain di Gang Aut , juga di kawasan Cijeruk, Cihideung, Bogor yang dikelola Pak Inin. Warung laksa ini ada sejak tahun 1965. Meski bangunan warung sangat sederhana dan lokasinya  jauh dari pusat kota,  banyak konsumen mendatanginyai. Mereka sabar mengantre menunggu  pesanan.

Mengintip proses memasaknya, laksa buatan Pak Inin masih menggunakan metode sederhana. Laksa dihangatkan di atas tungku kayu bakar yang terletak di bagian depan warung.  Yuningsih, anak Pak Inin mengatakan, memasak dengan tungku membuat aroma dan rasa laksa lebih nikmat. Dalam mangkuk berisi potongan ketupat, tauge,  oncom dan bihun , wanita yang sudah 9 tahun mengelola warung ini  menuangkan kuah ke bihun, meniriskan kuah dan kemudian menuangkannya lagi. Proses ini dilakukan beberapa kali untuk membuat kuah laksa lebih meresap. Temasuk  tahu yang sudah direbus bersama kuah laksa dalam waktu cukup lama. Laksa makin enak saat isiannya diaduk , ditambah sambal yang tidak terlalu pedas serta kerupuk ,  menyempurnakan sajian ini.

Menikmati Laksa Bogor kita akan diajak bernostalgia ke masa lampau saat percampuran budaya Melayu dan Tionghoa terjadi,akulturasi ini  menghasilkan penganan kuliner khas yang bisa kita nikmati kelezatannya hingga saat ini.Selain kedua tempat di atas di seputaran Bogor cukup banyak warung  penjual laksa, harganya cukup terjangkau berkisar Rp 10.000 hingga Rp 20.000/porsi. Komposisi kuliner yang kaya rasa ,membuat para penikmat laksa kerap ketagihan. (E-001) ***