OJK Wacanakan DP Nol Persen

152

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengaku ada rencana penerbitan aturan revisi Otoritas Jasa Keuangan, POJK No. 29/POJK.05/2014 mengenai penyelenggaraan usaha perusahaan pembiayaan.

Salah satunya mengenai penerapan down payment (DP) nol persen untuk pembelian kendaraan bermotor, sebagai sesuatu yang patut diwaspadai.

Johannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo mengatakan, sampai saat ini belum ada persyaratan jelas terkait perusahaan pembiayaan mana saja yang boleh memanfaatkan kebijakan ini ( DP nol persen).

Penelusuran masih dilakukan oleh pihak Gaikindo, terkait rencana penerbitan regulasi baru ini.

“Sampai sekarang, saya belum tahu. Kalau itu hanya salah satu syaratnya saja (yang menyebutkan nilai Non Performance Finance/NPF, maksimal 1 persen), masih ada yang lain, sekarang masih kita coba telusuri,” kata Johannes Nangoi dalam keterangan tertulis yang diterima BB.

Dengan DP nol persen, bagi para pebisnis otomotif harus lebih hati-hati dalam mengeluarkan kebijakan kredit ke konsumen. Penyaringan wajib dilakukan lebih ketat, sehingga bisa meminimalisir risiko gagal kredit.

“Pasti bakal merangsang industri, tetapi harus hati-hati, terutama di segmen kendaraan komersial. Harus teliti , siapa pengambil, kredit di sini, dipakai di mana. Masing-masing perusahaan harus punya benteng sendiri untuk menjaga arus kredit tetap lancar,” ujar Nangoi.

Sedangkan Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyebut, aturan DP nol persen memberikan keleluasan bagi pelaku yang akan memberikan besaran uang muka di batas rendah.

Namun hal ini tentu diukur dari tingkat risiko dan tidak serta merta langsung mematok DP nol persen. Sebab, dengan langsung menerapkan uang muka nol persen , tentu risikonya terhitung besar yang akan menimbulkan angka kredit macet.

Suwandi percaya, kebijakan ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pelaku usaha dengan mempertimbangkan  berbagai aspek. (E-002)***